Fakultas Psikologi UNAIR sukses menyelenggarakan Ujian Terbuka S3 atas nama promovenda Amherstia Pasca Rina, M.Psi., Psikolog pada tanggal 30 April 2026. Sidang promosi doktor ini menyoroti penemuan riset mendalam melalui disertasi yang berjudul “Model Flourishing pada Individu dengan Autoimun Systemic Lupus Erythematosus (SLE)”, sekaligus secara resmi mengukuhkan beliau sebagai lulusan Doktor Psikologi ke-114.
Dalam penyusunan disertasinya, dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini dibimbing langsung oleh Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.AppPsych, Ph.D., Psikolog selaku promotor, dan Dr. Triana Kesuma Dewi, M.Sc. selaku ko-promotor. Sidang disertasi terbuka ini dipimpin oleh Ketua: Dr. Rahkman Ardi, M.Psych., dengan susunan dewan penguji lainnya yang terdiri dari Prof. Dr. Hari Basuki Notobroto dr., M.Kes; Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC., Ph.D., Psikolog (penguji eksternal dari Universitas Indonesia); Prof. Dr. Nurul Hartini, S.Psi, M.Kes; Dr. Duta Nurdibyanandaru, MS., Psikolog; Pramesti Pradna Paramita, M.Ed. Psych., Ph.D., Psikolog; serta Dr. Sami’an, M.Psi. Psikolog.
Riset ini hadir dengan kebaruan perspektif dalam ranah psikologi kesehatan melalui pemetaan model flourishing pada penyintas Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Secara khusus, penelitian ini menyoroti peran sentral resiliensi sebagai penggerak utama keberdayaan diri, yang ditopang oleh kualitas relasi sosial yang positif. Implikasi dari temuan ini sangat esensial, tidak hanya sebagai pijakan dalam merancang intervensi klinis yang tepat sasaran, tetapi juga untuk mendorong lahirnya kebijakan sosial yang lebih suportif dan inklusif bagi para penyandang disabilitas tak tampak (invisible disability) di tanah air.


Lebih dari sekadar pencapaian akademik, kelulusan doktor baru beserta riset yang dihasilkan ini secara nyata mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus disertasi pada kesejahteraan mental dan kualitas hidup penyintas penyakit kronis sangat relevan dengan komitmen SDG 3: Good Health and Well-being (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan). Selain itu, keberhasilan institusi dalam memfasilitasi riset tingkat doktoral yang berkualitas tinggi ini juga menjadi wujud kontribusi langsung terhadap SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu).





