Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Perkuat Literasi Kebencanaan, Mahasiswa Psikologi UNAIR Ikuti Edukasi di TENPINA

Sebanyak 87 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga mengikuti kunjungan edukatif ke Tenda Pendidikan Bencana (TENPINA) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang merupakan salah satu bagian dari mata kuliah Psikologi Bencana ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan sekaligus memberikan pengalaman belajar langsung mengenai kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana melalui pendekatan yang interaktif.

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai media edukasi yang disediakan di TENPINA. Pengalaman tersebut meliputi simulasi kebencanaan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR), pengenalan peralatan pendukung penanggulangan bencana, hingga pembelajaran mengenai langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi situasi darurat. Melalui pendekatan berbasis pengalaman (experiential learning), mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga mengembangkan pemahaman yang lebih aplikatif mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Bagi mahasiswa psikologi, literasi kebencanaan menjadi salah satu kompetensi penting karena berkaitan erat dengan upaya membangun ketangguhan individu dan masyarakat. Pemahaman mengenai respons manusia dalam situasi krisis, perilaku saat bencana, serta pentingnya kesiapsiagaan menjadi bekal yang relevan dalam mendukung peran psikologi, baik pada tahap mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat kapasitas sebagai calon psikolog yang mampu berkontribusi dalam berbagai situasi kemanusiaan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi krisis, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dengan meningkatkan kesadaran dan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana.