Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A., Ph.D., adalah alumnus program studi Psikologi UNAIR angkatan 2007 yang lulus pada 2011 ini kini dikenal sebagai dosen tetap sekaligus Wakil Ketua Biro Kemahasiswaan di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, dengan rekam jejak riset psikologi sosial dan psikologi budaya yang menembus panggung internasional.
Setelah menyelesaikan studi sarjana di UNAIR, Jony melanjutkan pendidikan magister di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (2011–2014). Sebelum benar-benar meninggalkan almamaternya, ia sempat aktif di Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) Psikologi UNAIR. Akhir tahun 2014, ia bergabung sebagai dosen di Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya posisi yang ia jalani hingga kini, dengan jeda pada 2019–2022 saat menempuh studi doktoral di Massey University, Auckland, Selandia Baru, sebagai penerima Massey University Doctoral Scholarship. Sejak 2023 ia kembali aktif mengajar di UC sekaligus mengemban amanah struktural di Biro Kemahasiswaan.
Di bidang akademik, capaian Jony terbilang mengesankan: 21 naskah publikasi internasional terindeks Scopus, puluhan artikel di media massa, serta sejumlah tulisan di jurnal terindeks nasional Sinta. Pada 2025, ia menerima James Liu Memorial Award dari Asian Association of Social Psychology (AASP) untuk penelitian di bidang psikologi budaya Asia Tenggara. Ia juga beberapa kali meraih teaching prize di lingkungan UC dan tahun ini terpilih sebagai nominator Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Sosial Humaniora LLDIKTI Wilayah VII, mewakili wilayahnya ke seleksi nasional Anugerah Dikti Saintek 2026.
Sebagai pejabat Biro Kemahasiswaan, ia turut membawa Universitas Ciputra meraih peringkat pertama nasional pada hibah PPK Ormawa dan SIMKATMAWA klaster 2, serta sedang merancang kokurikuler transkrip inovasi pencatatan prestasi kemahasiswaan yang menurutnya belum dimiliki kampus lain.
Salah satu kontribusi yang paling ia banggakan adalah program pengabdian masyarakat internasional di desa-desa mitra, terutama Desa Rejoagung, Jember. Melalui program immersion bersama mitra dari Singapura dan, tahun ini, Australia, wisatawan internasional tinggal langsung di desa selama sepekan per batch. Dampaknya berlapis: warga mendapat penghasilan tambahan, anak-anak desa berlatih bahasa Inggris langsung dengan penutur asing, puluhan pemilik guest house dilatih menyajikan layanan yang lebih higienis dan profesional, serta petani dan UMKM lokal mulai dari jamu hingga aneka kue mendapat akses pasar baru. “Kami bahu-membahu untuk menciptakan identitas desa wisata yang semakin kuat,” ujar Jony.
Ia menilai kelompok yang paling merasakan manfaat adalah aparat desa, yang menurutnya kini memiliki efficacy atau keyakinan diri lebih besar untuk mengembangkan desanya sebagai destinasi wisata.
Jony mengaku banyak berhutang pada ekosistem UP3 (Unit Penelitian dan Publikasi Psikologi) UNAIR, tempat ia magang sejak semester dua hingga lulus dan menjadi manajer operasional toko buku Etude generasi kedua. Di sanalah, di bawah bimbingan dosen-dosen seperti Ilham, Listyono Santoso, dan Rahkman Ardi, kecintaannya pada dunia tulis-menulis akademik tumbuh.
Kepada mahasiswa dan alumni UNAIR, pesannya sederhana: temukan mentor, jangan takut gagal, dan bangun learning ecosystem serta study buddy yang tepat. “Cobalah lihat seberapa jauh kamu berkembang,” pungkasnya.
Berbagai kiprah yang dijalankan Jony Eko Yulianto juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengajaran, riset, dan pembinaan mahasiswa mendukung SDG 4 Quality Education. Program pengabdian masyarakat internasional yang memberdayakan masyarakat Desa Rejoagung melalui pengembangan desa wisata, pelatihan bagi pelaku UMKM, serta peningkatan kapasitas aparatur desa berkontribusi pada SDG 8 Decent Work and Economic Growth dan SDG 11 Sustainable Cities and Communities. Selain itu, kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah desa, serta mitra internasional dari Singapura dan Australia mencerminkan implementasi SDG 17 Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor dan lintas negara dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.




