Fakultas Psikologi Universitas Airlangga menggelar kegiatan edukasi Deteksi Dini Kekerasan Seksual pada Anak dan Pengasuhan Positif untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendeteksi kekerasan seksual pada anak dan remaja, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap dampak kekerasan seksual pada anak dan remaja. Fakultas Psikologi Universitas Airlangga bekerja sama dengan Kelurahan Bulak Banteng dengan menyasar kader PKK, Kader Surabaya Sehat, Kader PUSPAGA, tokoh masyarakat, serta orang tua dan masyarakat umum sebagai garda terdepan perlindungan anak di lingkungan komunitas.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan sosial di wilayah Bulak Banteng yang ditandai dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, tingginya angka pengangguran, serta keterbatasan sanitasi dan infrastruktur. Kondisi tersebut turut berkontribusi pada munculnya berbagai permasalahan sosial, seperti pernikahan dini, kenakalan remaja, hingga meningkatnya risiko kekerasan seksual terhadap anak dan remaja. Berdasarkan informasi dari pihak kelurahan dan kecamatan, kasus kekerasan seksual yang dilaporkan di wilayah ini mencakup pemerkosaan, sodomi, hingga eksploitasi seksual anak secara daring, dengan pelaku yang kerap berasal dari lingkungan terdekat korban.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan seksual pada anak, termasuk kekerasan seksual berbasis digital, serta tanda-tanda yang dapat dikenali melalui perubahan fisik, emosional, dan perilaku anak. Peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan komunikasi empatik, pertolongan pertama psikologis, serta pemahaman mengenai alur rujukan profesional bagi anak korban kekerasan seksual. Materi disampaikan melalui metode psikoedukasi, diskusi, role play, serta pemanfaatan media audiovisual yang dilaksanakan secara hybrid.
“Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kekerasan seksual pada anak, termasuk bentuk-bentuk barunya seperti grooming dan revenge porn. Pengasuhan yang mengutamakan mendengar aktif, disiplin, dan kehangatan emosional juga diharapkan dapat melindungi anak dari pergaulan yang kurang positif. Orang tua diharapkan dapat menjadi tempat pulang, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis, sehingga anak dapat menceritakan apapun kepada orang tua,” ujar Andini Damayanti, M.Psi., Psikolog, selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respons yang positif dari para peserta. Terdapat peningkatan kapasitas peserta, yang menunjukkan bahwa materi dan metode pelatihan dapat dipahami dengan baik. Selama kegiatan berlangsung, kader PKK terlibat aktif dalam diskusi dan mampu memahami berbagai bentuk serta ciri kekerasan seksual, termasuk kekerasan seksual berbasis digital. Peningkatan pemahaman tersebut juga diikuti dengan meningkatnya kesiapsiagaan peserta dalam memberikan respons yang aman dan empatik, serta kesadaran akan peran mereka sebagai agen deteksi dini di tingkat komunitas. Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih aman, ramah anak, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran komunitas dalam upaya perlindungan anak.





