Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kembali melahirkan pakar baru yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 10.00-12.00 WIB, telah dilaksanakan Ujian Terbuka bertempat di Aula Fakultas Psikologi UNAIR dengan promovenda Siti Zahreni, M.Psi., Psikolog. Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji yang dipimpin oleh Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog. Tim penguji terdiri dari pakar lintas bidang, yakni Dr. Tri Siwi Agustina, M.Si., Dr. Rahkman Ardi, M.Psych., Dr. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si., Pramesti Pradna Paramita, M.Ed.Psych., Ph.D., Psikolog, Dr. Sami’an, M.Psi., Psikolog, serta Prof. Dr. Jimmy Ellya Kurniawan, M.Si., Psikolog. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi beliau sebagai lulusan ke-111 pada Program Studi Doktor Psikologi Universitas Airlangga.

Promovenda yang dalam proses studinya dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Seger Handoyo, Psikolog dan Ko-Promotor Dr. Fajrianthi, M.Psi., Psikolog, mengangkat disertasi berjudul “Menyeberangi Rubicon: Faktor Pendorong Ketekunan Berwirausaha Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK)”. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya rasio kewirausahaan dan tingkat kelangsungan usaha yang menjadi hambatan utama stabilitas ekonomi nasional. Berbeda dengan studi mayoritas yang berhenti pada fase niat, Siti Zahreni menggunakan pendekatan Model Rubicon untuk mengkaji pelaku UMK yang sudah berada pada fase tindakan dan pasca-tindakan. Ia menguji bagaimana pola pikir dan kompetensi kewirausahaan menjadi pendorong utama ketekunan berwirausaha pada pelaku usaha di Pulau Sumatera. Selain itu, faktor rasa takut akan kegagalan serta budaya dukungan sosial dianalisis sebagai variabel moderasi untuk menangkap dinamika hubungan yang lebih komprehensif.

Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bahwa strategi pembinaan UMK di Indonesia perlu diarahkan pada pendekatan yang memberdayakan, bukan sekadar pemberian bantuan teknis. Pembuktian ini menunjukkan bahwa dukungan pemerintah atau perguruan tinggi yang hanya berfokus pada pembiayaan seringkali kurang efektif tanpa penguatan aspek psikologis pelaku usaha. Secara praktis, Siti Zahreni menekankan pentingnya analisis kebutuhan yang mempertimbangkan fase usaha, mulai dari pra-tindakan hingga pasca-tindakan. Setiap bentuk intervensi harus didahului oleh evaluasi tingkat kompetensi dan kesiapan mental agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkesinambungan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem wirausaha yang lebih tangguh dan tahan banting dalam menghadapi tantangan pasar.

Atas keberhasilan ini, kami mengucapkan selamat kepada Dr. Siti Zahreni, M.Psi., Psikolog sebagai lulusan Doktor Psikologi ke-111 Universitas Airlangga. Semoga ilmu yang diraih senantiasa amanah, membawa manfaat luas bagi pengembangan dunia kewirausahaan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor UMK di Indonesia.