Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Kesehatan mental dan psikososial remaja merupakan pondasi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Berangkat dari data yang diambil dari Bimbingan & Konseling (BK) SMP Negeri 22 Surabaya, telah ditemukan beberapa urgensi penanganan isu, yaitu mengenai pengendalian emosi siswa dan etika pergaulan dalam lawan jenis di kalangan siswa. Monday Mind Talk adalah salah satu program inovasi yang dirancang oleh mahasiswa sebagai bentuk respons untuk membantu mitra mengatasi tantangan tersebut.

Sesuai namanya, Monday Mind Talk merupakan sesi psikoedukasi yang diselenggarakan rutin setiap hari Senin pagi, bertepatan dengan jam pelajaran Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah. Monday Mind Talk meliputi penyampaian materi, refleksi, dan studi kasus. Pelaksanaan program bertempat di aula SMPN 22 Surabaya agar bisa memfasilitasi audiens yang cukup besar, dengan target partisipasi sebanyak empat kelas siswa per minggu, disesuaikan dengan alokasi target audiens dari tema yang telah ditentukan. Sebagai contoh, dalam menanggapi isu pengendalian emosi yang dominan dikeluhkan pada siswa kelas 7 dan 8, maka setiap sesi psikoedukasi pada minggu tersebut akan disesuaikan. Aula akan diisi oleh komposisi audiens yang proporsional, yaitu dua kelas dari tingkat kelas 7 dan dua kelas dari tingkat kelas 8 per sesi, guna memastikan intervensi tepat sasaran. Monday Mind Talk diisi langsung oleh mahasiswa API sebagai peer educator dan didampingi oleh guru-guru BK sebagai penanggung jawab.

Pelaksanaan program ini diawali dengan koordinasi intensif bersama guru pamong akhir minggu (Jumat/Sabtu), memastikan kesiapan materi dan konfirmasi penentuan audiens spesifik (tingkat kelas mana yang paling relevan dengan topik minggu itu). Setelah materi dan target kelas disepakati, mahasiswa API segera mengurus konfirmasi peminjaman aula kepada bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras). Pada hari pelaksanaan (Senin), mahasiswa API mulai bersiap di lokasi sejak pukul 06.00 WIB untuk penataan tempat dan peralatan. Sesi psikoedukasi kemudian disajikan secara interaktif selama 1 hingga 2 jam pelajaran, yang diisi dengan penyampaian materi, refleksi, studi kasus, dan tanya jawab. Seluruh rangkaian proses ini bertujuan untuk ​​memberikan psikoedukasi yang berorientasi pada akar permasalahan sekaligus membangun fondasi preventif di kalangan siswa, sehingga mereka mampu mengenali, mengelola, dan mencegah munculnya isu-isu psikososial serupa di masa depan.

Program Monday Mind Talk menghasilkan dampak positif yang mendukung pencapaian SDGs nomor 3, yaitu good health and well-being. Dengan menargetkan penanganan masalah dari akarnya, kami secara langsung berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan mental siswa.