Peserta magang di Pak D Group khususnya di divisi Marketing seringkali diberi tugas tambahan diluar jobdesc mereka oleh divisi lain, seperti rekap data menggunakan Excel, pengiriman logistik, maupun pengeditan video. Hal ini selanjutnya menyebabkan burnout, stres, kelelahan fisik dan mental. Selain itu, hal ini juga menjadi hambatan untuk para siswa magang dalam mengembangkan keahlian utama mereka sesuai dengan jurusannya di tempat kerja, yang merupakan tujuan dari sekolah mengadakan program permagangan. Hal ini terjadi karena siswa-siswi magang tidak bisa atau tidak berani menolak ketika diberi tugas oleh atasan. Kurangnya kemampuan komunikasi asertif untuk menolak tugas tambahan secara efektif dan sopan.
Program psikoedukasi functional assertiveness diselenggarakan pada tanggal 21 November 2025 bertempat di kantor pusat Pak D Office di Nginden. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh peserta magang yang berasal dari berbagai divisi, yaitu Editing, Rekap, KOL Hunter, dan Content Creator. Program ini bertujuan untuk membekali peserta magang dengan pemahaman dan keterampilan komunikasi asertif yang fungsional, sehingga mereka mampu menyampaikan pendapat, kebutuhan, maupun ide secara jelas, sopan, dan profesional dalam lingkungan kerja. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki pola komunikasi antar divisi, serta mendukung efektivitas kerja tim selama menjalani program magang.
Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan, yaitu memastikan izin dari supervisor agar peserta magang dapat mengikuti kegiatan dengan fokus tanpa terganggu tugas rutin, dilanjutkan dengan persiapan logistik dan penyambutan peserta di ruangan serta pembukaan acara dengan penjelasan objektif kegiatan. Sebelum penyampaian materi, peserta diminta mengisi pre-test menggunakan Functional Assertiveness Scale (FAS) versi bahasa Indonesia untuk memetakan pemahaman awal, dengan penekanan bahwa tidak ada jawaban benar atau salah. Setelah seluruh peserta menyelesaikan pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti mengenai functional assertiveness, meliputi pengertian, aspek-aspek, diskusi tantangan komunikasi selama magang, serta pemberian solusi praktis dan teknik komunikasi asertif seperti “Yes, but…” dan tawaran alternatif.
Untuk meningkatkan pemahaman aplikatif, kegiatan dilengkapi dengan sesi roleplay, diawali pemberian contoh skenario dan respons yang tepat, kemudian peserta berlatih secara berpasangan dan bergiliran mempraktikkan skenario komunikasi yang diberikan. Setelah seluruh rangkaian praktik selesai, kegiatan ditutup dengan evaluasi melalui post-test menggunakan instrumen yang sama sebagai evaluasi akhir, sebelum dilakukan penutupan resmi kegiatan dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi asertif peserta magang secara fungsional dan sopan dalam lingkungan kerja.
Melalui kombinasi metode presentasi dan simulasi roleplay, para peserta diajak untuk mempraktikkan cara mengkomunikasikan kebutuhan serta batasan diri secara profesional tanpa memicu konflik. Meskipun dilaksanakan secara singkat, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya bersikap asertif di dunia kerja. Capaian ini selaras dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kapasitas komunikasi asertif ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), di mana kesehatan mental pekerja terjaga karena berkurangnya tekanan akibat miskomunikasi. Selain itu, kegiatan ini menyentuh SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberdayakan siswa magang agar memiliki kepercayaan diri untuk bersuara di lingkungan korporasi. Kolaborasi antara tim pelaksana dengan Pak D Group ini juga menjadi manifestasi nyata dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang membuktikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan korporat dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sportif dan profesional.







