Surabaya, 26 September 2026 — Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat keterlibatan dalam jejaring akademik internasional melalui keikutsertaan dua dosen dalam The 3rd International Symposium on Global South Studies: “Emotions and Emotionality: The Multi-Affects of the Global South” yang diselenggarakan oleh University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City (USSH-VNUHCM), Vietnam, pada 21–23 Agustus 2026.
Dua dosen Fakultas Psikologi UNAIR yang berpartisipasi adalah Dr. Primatia Yogi Wulandari, M.Si., Psikolog dan Dr. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si. Keduanya berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian dalam forum yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara untuk membahas emosi dan emosionalitas dalam beragam konteks Global South, termasuk budaya, pendidikan, migrasi, teknologi digital, pekerjaan, kesehatan psikologis, dan dinamika sosial.
Dr. Primatia Yogi Wulandari mempresentasikan penelitian berjudul “The Double-Burden of Transition: Empathy, Employment, and Depression among Indonesian Emerging Adults”, sedangkan Dr. Wiwin Hendriani menyampaikan penelitian “Emotional Ambivalence in Emerging Adulthood: A Qualitative Analysis of Self-Descriptive Narratives.” Kedua presentasi tersebut dijadwalkan pada 22 Agustus 2026 dalam sesi paralel symposium.
Simposium berlangsung dalam tiga klaster utama, yaitu Culture, Philosophy, & Colonialism; Femininity, Queer, Migration, Love, & Care; serta AI, Youth, Education, Digital World, Labour, & Migration. Selain presentasi ilmiah, rangkaian kegiatan mencakup keynote dan plenary speech, diskusi ilmiah, workshop, panel atau roundtable, peluncuran buku, serta forum jejaring akademik.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mendiseminasikan hasil penelitian, tetapi juga membuka peluang bagi Fakultas Psikologi UNAIR untuk memperluas jejaring dengan akademisi dan institusi dari berbagai negara. Forum ini menjadi kesempatan untuk mengenali potensi kolaborasi dalam penelitian bersama, publikasi ilmiah, visiting lecturer, student mobility, serta bentuk kegiatan akademik lintas institusi lainnya.
Bagi Fakultas Psikologi UNAIR, keterlibatan dalam forum internasional seperti ini sejalan dengan upaya memperkuat budaya ilmiah, kolaborasi, dan internasionalisasi. Pertukaran gagasan mengenai emosi dan emosionalitas dalam konteks Global South juga memberikan perspektif yang dapat mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas eksposur akademik fakultas di tingkat internasional.
Pasca-simposium, jejaring yang diperoleh akan ditindaklanjuti melalui pemetaan kontak dan institusi yang memiliki potensi kerja sama, serta penjajakan kegiatan kolaboratif pada periode 2026–2027. Keikutsertaan dua dosen Fakultas Psikologi UNAIR dalam simposium ini dengan demikian menjadi bagian dari langkah memperluas koneksi akademik internasional sekaligus membuka ruang bagi kerja sama yang berkelanjutan dengan institusi dan akademisi dalam jejaring Global South. Inisiatif tersebut juga merepresentasikan komitmen Fakultas Psikologi UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kajian psikologis, pengembangan pendidikan dan pengetahuan, serta perluasan kemitraan akademik lintas negara.







