Beragam desain penelitian kuantitatif dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan karakteristik yang berbeda. Pemahaman terhadap pilihan desain tersebut menjadi penting bagi mahasiswa jenjang doktoral dalam menyusun penelitian yang terarah dan sesuai dengan tujuan riset. Karena itu, Program Studi Doktor Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan Workshop Desain Penelitian Kuantitatif sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Doktor Psikologi UNAIR untuk mengenali dan mempertimbangkan berbagai strategi dalam perancangan penelitian kuantitatif.
Workshop dilaksanakan dalam rangkaian sesi pada 14, 17, 18, 22, dan 24 September 2026 dengan menghadirkan narasumber yang memiliki keahlian pada berbagai bidang metodologi penelitian. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Foundation bertajuk “Dasar Desain Riset” oleh Prof. Dr. Seger Handoyo, M.Si., Psikolog. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan Desain Eksperimen Kuat oleh Dr. Samian, M.Psi., Psikolog, Desain Survei oleh Dr. Endah Mastuti, M.Si., Psikolog, serta Dasar Pengukuran CTT & IRT oleh Dr. Fajrianthi, M.Psi., Psikolog.
Materi workshop selanjutnya mencakup Desain Kuasi Eksperimen yang disampaikan oleh Pramesti Pradna Paramita, M.Ed.Psych., Ph.D., Psikolog dan Desain Dyadic oleh Dr. Novia Solichah, M.Psi., Psikolog. Beragam materi tersebut memperkenalkan mahasiswa pada karakteristik, tujuan, serta penerapan masing-masing desain dalam penelitian kuantitatif. Dengan memahami perbedaan setiap desain, mahasiswa dapat mempertimbangkan kesesuaian antara rumusan masalah, variabel, karakteristik partisipan, teknik pengukuran, serta strategi analisis yang dibutuhkan dalam penelitian.
Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, mahasiswa Doktor Psikologi UNAIR diharapkan memiliki pemahaman yang semakin komprehensif dalam memilih dan menyusun desain penelitian kuantitatif. Penguatan kompetensi metodologis ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses penelitian doktoral sekaligus mendorong pengembangan penelitian psikologi yang sistematis, berbasis bukti, dan relevan dengan kebutuhan akademik maupun masyarakat. Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas penelitian.






