Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Dari Bayt al-Hikmah ke Wayang Sadat, Mahasiswa Psikologi UNAIR Raih Juara II Lomba Esai Festival Kebudayaan Arab UGM 2026

Dua mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2025, Arfan Syarif Prabowo dan Hafizha Syahira, meraih Juara II bidang esai dalam Festival Kebudayaan Arab (FKA) 2026 yang digelar Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada (UGM). Festival tingkat nasional ini berlangsung pada 24 dan 25 Oktober 2026 di Fakultas Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta.

FKA diadakan dua tahun sekali dan memperlombakan beragam cabang yang berkaitan dengan kebudayaan serta peradaban Arab. Pesertanya mencakup pelajar SMA sederajat sampai mahasiswa tergantung cabang lombanya. Selain kompetisi, festival ini diramaikan pameran seni, pertunjukan, dan bazar bernuansa dunia Arab.

Dalam lomba esai, tim UNAIR mengusung tulisan berjudul “Dari Bayt al-Hikmah ke Wayang Sadat: Revitalisasi Knowledge Translation Peradaban Arab melalui Story telling bagi Masyarakat Lintas Generasi Berkelanjutan di Indonesia”. Esai tersebut berangkat dari dua persoalan yaitu derasnya arus informasi hari ini yang belum tentu diiringi pemahaman yang mendalam, sementara Wayang Sadat sebagai seni pertunjukan tradisional yang menghadapi tantangan untuk tetap lestari.

Tim menawarkan gagasan bernama Bayt al-Hikmah to Wayang Sadat Project. Lewat proyek ini, ilmu pengetahuan dari peradaban Arab-Islam seperti matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat dikemas ulang menjadi cerita dalam pertunjukan Wayang Sadat agar lebih dekat dengan generasi muda. Pelaksanaannya dirancang melibatkan akademisi, praktisi budaya, institusi pendidikan, dan pemerintah mulai dari menyeleksi materi, menulis naskah, menguji coba, mengevaluasi, hingga mereplikasi program ke tempat lain.

Melalui gagasan tersebut, Arfan dan Hafizha ingin mempertemukan warisan keilmuan peradaban Arab-Islam dengan keseharian masyarakat Indonesia sekaligus menjaga budaya lokal sebagai sarana belajar bagi berbagai generasi. Capaian mereka menunjukkan bahwa mahasiswa Psikologi mampu berkontribusi di luar bidang keilmuannya lewat kolaborasi dan gagasan yang kreatif.

Gagasan dalam esai ini sejalan dengan tiga tujuan SDGs, yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis budaya, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) lewat pelestarian warisan budaya, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas pihak.