Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Be Brave, Be Loud: Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Siswa Sekolah

Sebagai lembaga layanan di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) berperan dalam memberikan layanan edukasi dan penguatan kapasitas anak dan remaja guna mendukung perkembangan psikososial yang sehat. Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan program magang di PUSPAGA Kota Surabaya, teridentifikasi bahwa siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), masih menghadapi tantangan dalam keterampilan public speaking, seperti rendahnya kepercayaan diri, kecemasan saat berbicara di depan umum, serta keterbatasan dalam menyampaikan gagasan secara jelas dan terstruktur. Kondisi tersebut berpotensi menghambat peran siswa sebagai representasi peserta didik dalam berbagai kegiatan sekolah yang menuntut kemampuan komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang terencana dan aplikatif untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikasi, keberanian, serta kesejahteraan psikologis remaja. Menjawab kebutuhan tersebut, Project Be Brave, Be Loud dirancang sebagai program pelatihan public speaking bagi siswa OSIS tingkat SMP yang sejalan dengan upaya PUSPAGA dalam penguatan kapasitas dan pemberdayaan remaja.

Project Be Brave Be Loud merupakan pelatihan public speaking yang ditujukan bagi siswa Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMP. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga sebagai bagian dari program Airlangga Psych Internship (API) di Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Surabaya sebagai sesi terakhir rangkaian kegiatan Kelas Remaja dan Orangtua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri Kota Surabaya (KEMANGI). Pelatihan berlangsung pada 12 Desember 2025 bertempat di Kantor Kelurahan Dukuh Kupang, Kota Surabaya, dengan mahasiswa magang PUSPAGA sebagai pengisi kegiatan dan narasumber. Materi utama disampaikan oleh Dinda, sesi praktik melalui metode roleplay dibawakan oleh Aileen, Lintang selaku tim dokumentasi, dan Aulia selaku editor untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri peserta dalam berbicara di depan umum.

Pelaksanaan kegiatan Project Be Brave, Be Loud dilakukan melalui tahapan yang telah disusun secara sistematis, meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, mahasiswa menyiapkan materi sosialisasi public speaking dalam bentuk media PowerPoint (PPT) yang memuat pengertian public speaking, manfaat, serta teknik dasar berbicara di depan umum. Selain itu, mahasiswa juga menyiapkan media poster yang digunakan sebagai stimulus dalam kegiatan praktik. Tahap pelaksanaan diawali dengan pemaparan materi public speaking secara langsung kepada peserta menggunakan PPT dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh anak SMP. Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan penjelasan tambahan secara lisan serta contoh singkat penerapan teknik public speaking. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi role play, di mana dua orang peserta diminta maju ke depan untuk menjelaskan isi poster menggunakan bahasa mereka sendiri. Sesi ini bertujuan untuk melatih keberanian, kejelasan penyampaian, serta kemampuan komunikasi peserta secara langsung sesuai dengan tujuan program.

Kegiatan Project Be Brave, Be Loud memberikan dampak positif terhadap peserta, terutama dalam peningkatan kepercayaan diri dan kesejahteraan psikologis remaja melalui pengalaman berbicara di depan umum dan pengelolaan rasa gugup selama sesi role play. Proses ini membantu peserta mengembangkan keberanian serta kesehatan mental yang lebih baik, sehingga kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being). Selain itu, pelaksanaan kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Psikologi, pihak sekolah, dan PUSPAGA juga mencerminkan penerapan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama lintas pihak dalam mendukung pengembangan kesejahteraan remaja.