Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Airlangga Psych Internship Berikan Asesmen Psikologi Industri dan Organisasi pada Karyawan Operator PT Smelting Gresik

PT Smelting Gresik merupakan perusahaan industri pengolahan logam berat yang memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik tinggi, tekanan waktu yang ketat, serta risiko kerja yang signifikan, khususnya pada karyawan level operator. Kondisi kerja tersebut menuntut karyawan untuk bekerja secara konsisten dalam lingkungan dengan suhu tinggi, sistem shift, serta target produksi yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan pihak perusahaan, terdapat indikasi meningkatnya beban kerja yang dirasakan karyawan serta munculnya ketidakpuasan pada aspek tertentu, terutama terkait penghargaan dan sistem kompensasi. Apabila kondisi ini tidak dikelola secara tepat, maka berpotensi berdampak pada kelelahan kerja, penurunan kesejahteraan psikologis, serta menurunnya performa dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, diperlukan suatu program asesmen psikologi industri yang sistematis dan berbasis data untuk memetakan kondisi beban kerja dan kepuasan kerja karyawan sebagai dasar penyusunan rekomendasi perbaikan kebijakan sumber daya manusia.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Asesmen Psikologi Industri (API) dilaksanakan dalam bentuk kegiatan asesmen beban kerja dan kepuasan kerja karyawan operator PT Smelting Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan pada periode pelaksanaan magang industri mahasiswa Psikologi, bertempat langsung di lingkungan kerja PT Smelting Gresik, Jawa Timur. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Psikologi sebagai bagian dari penerapan keilmuan psikologi industri dan organisasi secara praktis di dunia kerja, dengan pendampingan akademik serta dukungan dari pihak perusahaan. Dalam pelaksanaannya, digunakan instrumen psikologis yang telah terstandar dan banyak digunakan dalam konteks industri, yaitu NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja subjektif dan Job Satisfaction Survey (JSS) untuk mengukur tingkat kepuasan kerja karyawan. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan observasi lapangan dan pengumpulan informasi pendukung terkait sistem kerja dan kebijakan perusahaan.

Pelaksanaan kegiatan API diawali dengan tahap persiapan berupa analisis kebutuhan dan identifikasi kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi ideal kerja karyawan operator. Tahap selanjutnya adalah penyusunan dan pendistribusian kuesioner NASA-TLX dan JSS kepada karyawan operator yang menjadi responden. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran rata-rata skor pada setiap dimensi beban kerja dan aspek kepuasan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja karyawan operator tergolong tinggi, terutama pada dimensi tuntutan fisik, tekanan waktu, dan usaha kerja. Sementara itu, kepuasan kerja menunjukkan variasi, dengan aspek sosial dan intrinsik pekerjaan berada pada kategori cukup hingga tinggi, namun aspek penghargaan, kejelasan prosedur, serta benefit non-finansial masih tergolong rendah. Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan dasar empiris yang kuat untuk perumusan rekomendasi pengelolaan beban kerja dan peningkatan kepuasan kerja yang lebih adil, efektif, dan berkelanjutan bagi karyawan operator.

Kegiatan Program Asesmen Psikologi Industri ini memberikan dampak positif berupa tersedianya data objektif mengenai kondisi psikologis kerja karyawan operator yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan kebijakan sumber daya manusia. Secara khusus, hasil asesmen dapat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan kerja dan pencegahan kelelahan kerja, sehingga sejalan dengan SDGs Fakultas poin 3 (Good Health and Well-Being). Selain itu, rekomendasi terkait keadilan kompensasi dan penghargaan kerja berkontribusi pada SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong sistem kerja yang lebih adil dan proporsional. Kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan dunia industri dalam menerapkan keilmuan psikologi secara nyata. Dengan demikian, Program API tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.