Industri pertambangan merupakan salah satu sektor industri yang memiliki tuntutan kerja paling tinggi, baik dari segi target produksi, standar keselamatan, maupun koordinasi lintas fungsi. Kondisi ini menuntut pekerja untuk menjalankan peran kerja secara optimal dalam situasi yang dinamis dan penuh tekanan. Apabila tuntutan peran tidak dikelola dengan baik, para pekerja berpotensi mengalami role stress atau stres peran, yang dapat berdampak tidak hanya pada kesehatan psikologis, tetapi juga kinerja, dan kesejahteraan secara keseluruhan. PT J Resources Bolaang Mongondow, sebagai perusahaan yang bergerak di pertambangan emas, keberhasilan operasional sangat bergantung pada efektivitas peran setiap pekerja. Oleh karena itu, pemahaman mengenai role stress menjadi penting sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan pengelolaan stres kerja.
Sebagai respon atas permasalahan tersebut, Program magang Airlangga Psych Internship melaksanakan kegiatan intervensi psikologi di PT JRBM. Program ini diinisiasi dan dijalankan oleh mahasiswa magang API dengan pendampingan dosen pembimbing akademik serta dukungan dari tim Human Resources Business Development PT JRBM. Kegiatan ini juga melibatkan narasumber ahli di bidang kesehatan dan psikologi, termasuk dokter perusahaan dan fasilitator yang bertindak sebagai pelatih dalam program manajemen stres.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi dampak stres kerja terhadap kesehatan fisik oleh dr. Laura. Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai hubungan antara stres kerja dengan berbagai keluhan kesehatan, seperti gangguan tidur, kelelahan kronis, hingga psikosomatis. Pemaparan dilakukan secara edukatif dengan mengaitkan kondisi kesehatan tersebut dengan situasi kerja yang sehari-hari dialami oleh pekerja di PT JRBM.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi stress management training yang difasilitasi oleh narasumber, Nessia Ragil. Pada sesi ini, peserta diajak untuk mengenali sumber role stress yang dialami, seperti role conflict, role ambiguity, dan role overload melalui diskusi interaktif dan sesi refleksi. Peserta kemudian dikenalkan pada pendekatan mapping stres menggunakan 4A (Accept, Avoid, Alter, Accept) sebagai strategi pengelolaan stres yang dapat diterapkan sesuai dengan tipe stres yang dialami. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman tentang coping mechanism yang adaptif. Selanjutnya, peserta juga diberi pemahaman mengenai teknik pernapasan 4–7-8 yang berguna sebagai latihan relaksasi sederhana yang dapat diaplikasikan secara mandiri di tempat kerja.







