Lingkungan kerja industri pelabuhan memiliki tingkat risiko keselamatan yang tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, aktivitas operasional berintensitas tinggi, serta dituntut untuk mempunyai kewaspadaan tinggi dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada keselamatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis karyawan, seperti rasa aman, tingkat stres, dan fokus kerja. Di PT Terminal Petikemas Teluk Lamong (TPK Berlian), manajemen secara rutin melaksanakan kegiatan Management Walkthrough sebagai bagian dari penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) untuk memastikan keselamatan dan kualitas lingkungan kerja. Selain itu, kegiatan tersebut juga berdampak terhadap psychological safety, perceived organizational support, dan well-being kerja karyawan. Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan Program Airlangga Psych Internship (API) 2025. Kegiatan Management Walkthrough tidak hanya sebagai praktik pengawasan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertata, dan mendukung kesejahteraan kerja karyawan.
Kegiatan management walkthrough dilakukan secara rutin setiap bulan di area operasional PT Terminal Petikemas Teluk Lamong (TPK Berlian) Surabaya, sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Burhanudin selaku Terminal Head TPK Berlian, serta dihadiri oleh Senior Manager Sistem Manajemen, HSSE PT Terminal Teluk Lamong, dan karyawan struktural terkait. Dalam kegiatan ini, mahasiswa peserta Program Airlangga Psych Internship (API) 2025 Fakultas Psikologi tidak hanya berperan sebagai observer, tetapi juga terlibat dalam upaya penguatan kesejahteraan kerja karyawan melalui pemahaman kondisi lingkungan kerja, dinamika keselamatan, serta keterkaitannya dengan rasa aman, kenyamanan kerja, dan kondisi psikologis karyawan dari perspektif psikologi industri.
Management Walkthrough diawali dengan briefing singkat, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung area operasional terminal. Pada pelaksanaan kali ini, fokus walkthrough diarahkan pada aspek lingkungan (environment) sebagai bagian dari standar HSSE. Selama kegiatan, manajemen hadir langsung di lapangan untuk memastikan area kerja tetap bersih, hijau, serta mendukung operasional yang aman dan nyaman. Dari sudut pandang psikologi industri, kehadiran manajemen secara langsung berfungsi sebagai sinyal psikologis bahwa organisasi memberikan perhatian terhadap keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan karyawan. Tujuan kegiatan ini, dalam konteks Program API 2025 adalah menegaskan bahwa management walkthrough tidak hanya berperan dalam pengendalian risiko fisik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun rasa aman dan kenyamanan kerja sebagai bagian dari well-being karyawan.

Pelaksanaan management walkthrough secara rutin memberikan dampak positif dalam memperkuat budaya keselamatan dan kepedulian terhadap kualitas lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang bersih, aman, serta mendapat pengawasan langsung dari manajemen, dapat berkontribusi pada peningkatan psychological safety dan well-being kerja karyawan. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin 3 (Good Health and Well-Being) karena mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat secara fisik dan mental, serta SDGs poin 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri dalam mendukung perbaikan berkelanjutan pada sistem keselamatan dan kesejahteraan kerja.




