Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kembali mencatat capaian akademik melalui kelulusan Dr. Juliana Irmayanti Saragih, M.Psi., Psikolog sebagai Doktor Psikologi Universitas Airlangga ke-118 tanpa ujian terbuka. Akademisi yang berasal dari Universitas Sumatera Utara tersebut menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Program Pendidikan Doktor di Indonesia” di bawah bimbingan Promotor Dr. Fitri Andriani, M.Si., Psikolog dan Ko-promotor Prof. Dr. Hari Basuki Notobroto, dr., M.Kes. Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap berbagai tantangan psikologis yang dihadapi mahasiswa program doktor di Indonesia, mulai dari tekanan akademik, tuntutan peran, hingga kebutuhan akan dukungan sosial selama menjalani studi.
Temuan disertasi ini diperkuat melalui sejumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan selama proses studi doktoral. Adapun publikasi tersebut meliputi:
- The Lived Experience of Indonesian Doctoral Mothers: An Interpretative Phenomenological Analysis
Studi ini mengkaji pengalaman ibu Indonesia yang menempuh pendidikan doktoral, khususnya dalam menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa, akademisi, dan ibu di tengah tuntutan budaya, gender, dan akademik. - Cross-Cultural Adaptation and Validation of the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) among Indonesian Doctoral Students
Penelitian ini berfokus pada adaptasi dan validasi instrumen MSPSS untuk mengukur dukungan sosial mahasiswa doktor di Indonesia agar sesuai dengan konteks budaya dan lingkungan akademik lokal. - Mapping the Evidence on Psychological Capital Among Doctoral Students: A Scoping Review
Kajian ini memetakan berbagai temuan penelitian tentang psychological capital pada mahasiswa doktor, termasuk perannya dalam mendukung kesejahteraan, ketahanan, dan keberhasilan studi. - Cross-Cultural Adaptation and Psychometric Validation of the PCQ-12 among Indonesian Doctoral Students
Penelitian ini menitikberatkan pada adaptasi dan validasi instrumen PCQ-12 untuk mengukur modal psikologis mahasiswa doktor dalam konteks budaya Indonesia.
Secara teoritis, disertasi ini memberikan kontribusi penting melalui integrasi faktor personal dan sosial dalam menjelaskan kesejahteraan psikologis mahasiswa doktor, yang sebelumnya belum pernah diuji secara khusus dalam konteks Indonesia. Secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi landasan bagi universitas, program studi, dosen pembimbing, serta pemangku kebijakan untuk merancang intervensi yang lebih terarah dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa doktor. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multilevel yang tidak hanya berfokus pada penguatan sumber daya internal mahasiswa, tetapi juga pada optimalisasi dukungan sosial dan akademik guna menciptakan ekosistem pendidikan doktoral yang lebih sehat, suportif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 5 (Gender Equality).





