Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

PRANATA Raih 1st Runner Up Internasional lewat Inovasi Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Indonesia dalam ajang internasional EVEREST X EPUSU yang diselenggarakan di Gedung FEB Universitas Sumatra Utara, Medan, pada 7–10 April 2026. Tim yang terdiri dari Nabawan Prajasto Sri Mahatmo (Fakultas Psikologi UNAIR, 113251127), Arfan Syarif Prabowo (Fakultas Psikologi UNAIR, 113251215), dan Muhammad Bintang Jalaluddin Rumy (Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR, 187251111) berhasil meraih penghargaan 1st Runner Up atau Juara 2 pada cabang lomba Future Ideas Competition melalui gagasan inovatif berjudul PRANATA (Protecting Children through Native Leaders’ Action). Program ini menawarkan strategi berbasis komunitas untuk mencegah child grooming melalui pemberdayaan pemimpin adat di wilayah pedesaan.

PRANATA hadir sebagai model intervensi yang menempatkan tokoh adat sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak dari eksploitasi seksual. Gagasan ini berangkat dari realitas bahwa masyarakat pedesaan masih memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap pemimpin tradisional yang berperan dalam membentuk norma sosial, memediasi konflik, hingga memengaruhi pengambilan keputusan bersama. Dengan memanfaatkan legitimasi budaya tersebut, PRANATA membangun sistem perlindungan anak yang lebih kontekstual, dekat dengan masyarakat, dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, PRANATA dijalankan melalui tiga komponen utama yang saling terhubung. Komponen pertama adalah Prevention yang berfokus pada pencegahan utama dan sistem deteksi dini terhadap potensi child grooming. Komponen kedua adalah Communication, yaitu edukasi seksual berbasis roleplay dan program Talking Cure guna memperkuat komunikasi antara anak, keluarga, dan masyarakat. Sementara itu, komponen ketiga adalah Solution yang mencakup solusi jangka pendek serta keberlanjutan program dalam jangka panjang agar perlindungan anak dapat terus berjalan secara mandiri di masyarakat.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan sistem perlindungan anak, PRANATA tidak hanya menjadi respons atas ancaman sosial yang mendesak, tetapi juga membangun fondasi komunitas yang lebih aman dan resilien bagi generasi mendatang. Inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Good Health and Well-Being, SDG 4 tentang Quality Education, SDG 5 tentang Gender Equality, SDG 10 tentang Reduced Inequalities, serta SDG 16 tentang Peace, Justice, and Strong Institutions melalui upaya perlindungan anak dan penguatan institusi sosial berbasis komunitas.