Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR Rasakan Pengalaman Belajar dan Praktik Psikologi di Australia melalui Study Tour Curtin University

Sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti Customized Study Tour Program at Curtin University pada 13–24 Juli 2026. Selama dua minggu di Australia, mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran di lingkungan akademik Curtin University, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal praktik psikologi dan layanan kesehatan mental secara langsung. Rangkaian kegiatan mencakup perkuliahan mengenai Health Psychology in Australia, Social Psychology, Mental Health and Well-Being, dan Cross-Cultural Influences on the Practice of Psychology in Australia, serta kunjungan ke Psychology Research and Lab, Curtin Wellness Centre, dan kegiatan mental health workshop. Program ini juga dilengkapi kegiatan di Autism Association of Western Australia (AAWA) pada sore hari, yang memberikan pengalaman mengenai layanan bagi individu dengan autisme dan berbagai kelompok usia.

Koordinator IUP Fakultas Psikologi UNAIR, Atika Dian Ariana, M.Sc., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan secara langsung pengalaman belajar di Curtin University sekaligus mengenal konteks praktik psikologi di Australia. Pengalaman ini juga relevan bagi mahasiswa yang memiliki peluang melanjutkan studi melalui program double degree di Curtin. “Secara umum menariknya program ini adalah karena sebagian mahasiswa yang mereka eligible untuk juga melanjutkan ke double degree di Curtin, paling tidak mereka mendapatkan semacam simulasi begitu, bagaimana situasi kampus ketika nanti berkuliah di Curtin,” jelas Atika. Kehadiran mahasiswa dari Temasek University of Singapore turut memperkaya pengalaman mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR melalui interaksi dan kerja sama dalam lingkungan akademik internasional. “Mereka justru ada interaksi internasional dengan mahasiswa-mahasiswa dari Singapore,” tambahnya.

Bagi Malya ‘Aaqila Naafi’, mahasiswa reguler Fakultas Psikologi UNAIR, pengalaman mengikuti program ini memberikan kesempatan untuk melihat pembelajaran psikologi dari perspektif yang berbeda sekaligus mengembangkan kemampuan diri. Ia berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa internasional, mengikuti diskusi dan group project, serta mempresentasikan hasil kerja di hadapan lingkungan akademik internasional. “Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah dapat mengikuti proses pembelajaran dalam lingkungan akademik yang berbeda dari Indonesia dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional, termasuk mahasiswa dari Singapura,” ungkap Malya. Selain pengetahuan mengenai health psychology, mental health and well-being, social psychology, dan psikologi lintas budaya, ia juga merasakan perkembangan dalam critical thinking, academic communication, teamwork, public speaking, dan kemampuan berbahasa Inggris.

Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk lebih percaya diri menghadapi kesempatan akademik internasional di masa mendatang. Pengalaman mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR selama study tour tidak berhenti pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mempertemukan mereka dengan praktik, layanan, budaya, dan lingkungan akademik yang berbeda. Atika mendorong mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan peluang mobilitas internasional yang tersedia melalui Fakultas Psikologi UNAIR. “Saya rasa tidak ada yang perlu kemudian dikhawatirkan, karena dalam prosesnya kita akan pandu dan bantu bimbing mulai dari pengurusan visa, sampai keberangkatan,” pesannya. Senada dengan itu, Malya berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa, “Jangan ragu untuk mencoba meskipun pada awalnya mungkin merasa kurang percaya diri, terutama dalam menggunakan bahasa Inggris atau mengikuti pembelajaran dalam lingkungan baru.” Melalui pengalaman ini, Fakultas Psikologi UNAIR terus memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being melalui penguatan wawasan kesehatan mental dan SDG 4: Quality Education melalui pengalaman pendidikan dan pembelajaran lintas negara.