Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Dari Fenomenologi hingga Etnografi, Doktor Psikologi UNAIR Dalami Riset Kualitatif melalui Workshop

Memahami fenomena psikologis tidak selalu cukup dilakukan melalui angka dan pengukuran, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang mampu menggali pengalaman, makna, serta konteks di balik suatu fenomena. Beragam metode kualitatif hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan karakteristik dan proses penelitian yang berbeda. Perspektif inilah yang menjadi salah satu fokus dalam Workshop Desain Penelitian Kualitatif bagi mahasiswa Program Studi Doktor Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai bagian dari penguatan kompetensi metodologis dalam penelitian doktoral.

Rangkaian kegiatan berlangsung pada 15, 21, 24, 25, dan 28 September 2026 di Ruang Sidang 1A Fakultas Psikologi UNAIR. Dalam rangkaian tersebut, Dr. Wiwin Hendriani, M.Si. menyampaikan materi Grounded Theory yang membahas bagaimana peneliti dapat membangun atau mengembangkan teori berdasarkan temuan yang diperoleh dari data lapangan. Selanjutnya, Dr. Triana Kesuma Dewi, M.Sc. membawakan materi Phenomenology yang berfokus pada pemahaman terhadap pengalaman hidup serta pemaknaan individu atas suatu fenomena. Materi Ethnography oleh Dr. Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog mengarahkan peserta untuk memahami fenomena dalam konteks budaya dan kelompok tertentu, sementara Case Study yang disampaikan oleh Dr. Ike Herdiana, M.Psi., Psikolog membahas kajian secara mendalam terhadap suatu kasus dalam konteksnya. Adapun Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.App.Psych., Ph.D., Psikolog menyampaikan Delphi Method, yang dapat digunakan untuk memperoleh pandangan para ahli secara sistematis hingga mencapai konsensus mengenai suatu isu atau permasalahan penelitian.

Rangkaian workshop ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas metodologis mahasiswa Doktor Psikologi UNAIR dalam merancang penelitian kualitatif sesuai dengan tujuan dan karakteristik permasalahan yang dikaji. Penguasaan beragam pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan penelitian psikologi yang mendalam, kontekstual, dan berbasis proses ilmiah. Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas penelitian.