Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Resmi Sandang Gelar Doktor ke-116 Psikologi UNAIR, Herlina Harsono Njoto Perkuat Kajian Psikologi Politik Indonesia

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukuhkan salah satu pakar terbaiknya di bidang psikologi politik. Anggota DPRD Kota Surabaya, Dr. Herlina Harsono Njoto, M.Psi., Psikolog, resmi menyandang gelar Doktor Psikologi ke-116 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.

Puncak Proses Kelulusan Akademik Keberhasilan Dr. Herlina meraih jenjang pendidikan tertinggi di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) ini merupakan hasil dari proses pengujian yang komprehensif oleh jajaran pakar. Sidang doktoral tersebut dipimpin oleh Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog selaku Ketua Sidang, dengan bimbingan dari tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog sebagai Promotor dan Dr. Fajrianthi, M.Psi., Psikolog sebagai Ko-Promotor. Sidang ini juga menghadirkan tim penguji yang terdiri dari Dr. Hadi Suyono, Dr. Andik Matulessy, Prof. Dr. Cholichul Hadi, Dr. Fitri Andriani, Dr. Achmad Chusairi, dan Dr. Sami’an. Kehadiran para ahli tersebut menegaskan bobot ilmiah dari riset yang dihasilkan oleh Dr. Herlina.

Membedah komitmen politik dalam penelitiannya, Dr. Herlina mengangkat judul “Model Komitmen Afektif terhadap Partai Politik ditinjau dari Kepemimpinan Transformasional, Identitas Sosial, dan Pertukaran Sosial sebagai Variabel Mediasi pada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota/Kabupaten”. Melalui studi ini, ia menemukan fakta penting bahwa identitas sosial merupakan faktor pendorong paling kuat bagi keterikatan emosional (komitmen afektif) kader terhadap partainya, sementara pertukaran sosial di lingkungan politik cenderung bersifat pragmatis. Kualitas riset ini juga telah diakui secara internasional sebelum ia dinyatakan lulus. Temuan penelitiannya telah dipublikasikan di International Journal of Body, Mind and Culture (Q2) dan telah diterima di jurnal Calitatea (Q3), yang membuktikan bahwa kebaruan teori yang diusungnya memenuhi standar akademik global.

Keberhasilan Dr. Herlina dalam meraih gelar doktor ini merupakan manifestasi nyata dari dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), di mana risetnya secara langsung berkontribusi pada SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penyediaan dasar ilmiah bagi penguatan tata kelola, kepemimpinan, dan kaderisasi partai politik yang lebih profesional di Indonesia. Selain itu, capaian akademik dan publikasi internasionalnya turut menyokong target SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan standar literasi serta memajukan kajian psikologi politik nasional sebagai rujukan bagi kebijakan publik yang lebih sehat. Melalui integrasi peran praktisnya di legislatif dan kapasitas keilmuannya dari almamater tercinta, kelulusan Dr. Herlina diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem demokrasi yang lebih stabil demi kesejahteraan masyarakat luas.