Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Dosen Psikologi UNAIR Pimpin Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Papua Barat

Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.AppPsych., Ph.D., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), menjadi salah satu Ketua Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 Kementerian Transmigrasi RI. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2026 tentang Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026. Prof. Endang bersama tim Universitas Airlangga mendapat penugasan di Kawasan Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Tim Ekspedisi Patriot UNAIR secara resmi dilepas pada Senin (20/7) di Hall Lantai 1 Gedung Rektorat Universitas Airlangga. Rangkaian kegiatan mencakup simbolisasi pelepasan tim oleh Rektor UNAIR, penguatan komitmen pelaksanaan Ekspedisi Patriot UNAIR 2026, serta koordinasi pelaksanaan program dan kesiapan tim sebelum menjalankan penugasan.

Ekspedisi Patriot merupakan program Kementerian Transmigrasi yang melibatkan perguruan tinggi untuk melakukan riset, kajian, dan pendampingan di kawasan transmigrasi. Universitas Airlangga menjadi salah satu dari sepuluh perguruan tinggi mitra dalam program tersebut. Tim bertugas antara lain melakukan inventarisasi dan verifikasi data, menyusun model pembangunan kawasan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Keterlibatan Prof. Endang sebagai ketua tim menunjukkan kontribusi keilmuan psikologi dalam pembangunan masyarakat yang bersifat multidisiplin. Perspektif psikologi dapat melengkapi pemetaan dan pengembangan kawasan dengan memperhatikan aspek manusia, seperti dinamika individu dan komunitas, kapasitas masyarakat, serta proses adaptasi terhadap perubahan. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kawasan, tetapi juga pada masyarakat yang hidup dan berkembang di dalamnya.

Program Ekspedisi Patriot juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya penguatan kawasan dan kapasitas masyarakat serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.