Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Belajar, Berkarya, dan Berbagi Cerita melalui Mini Series T-Bone 2026

BSO Teater Boneka Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kembali menghadirkan sebuah rangkaian kegiatan yang menjadi ruang bagi anggota untuk belajar, berproses, sekaligus berkarya. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan pelatihan anggota pada kepengurusan T-Bone 2026 dilebur ke dalam program kerja Mini Series. Melalui konsep ini, proses pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui materi, tetapi juga diwujudkan secara langsung melalui produksi pertunjukan boneka dalam bentuk video. Mini Series T-Bone 2026 ditujukan bagi tiga kelompok audiens utama, yaitu anggota T-Bone sebagai pihak yang belajar dan berkarya, anak-anak sebagai sasaran utama pesan edukatif dalam cerita, serta pengikut T-Bone sebagai penonton yang dapat menikmati karya melalui media digital.

Mini Series T-Bone 2026 dilaksanakan dalam tiga rangkaian yang berlangsung pada 8 Juni 2026, 15 Agustus 2026, dan 16 Agustus 2026. Bertempat di Dojo Studio, Ngagel, Surabaya, setiap rangkaian menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengenal sekaligus mempraktikkan berbagai proses dalam produksi pertunjukan Teater Boneka. Anggota terlibat sesuai dengan peran dan divisinya, mulai dari persiapan cerita, puppetry, pengisi suara, hingga proses pengambilan gambar dan penyuntingan video.

Melalui peleburan pelatihan dengan Mini Series, anggota tidak hanya mempelajari bagaimana sebuah pertunjukan dipersiapkan, tetapi juga merasakan secara langsung proses di balik sebuah karya. Setiap anggota belajar untuk bekerja sama, memahami tanggung jawab masing-masing, serta berkolaborasi agar sebuah cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton. Proses tersebut kemudian menghasilkan tiga video yang diunggah melalui YouTube Teater Boneka Fakultas Psikologi UNAIR.

Rangkaian Mini Series dibuka dengan cerita berjudul “Teman Sejati adalah Teman yang Selalu Ada”. Cerita ini menghadirkan Gery, Cici, dan Momo sebagai tiga sahabat yang belajar mengenai arti penting menghargai keberadaan orang-orang di sekitar. Kisah bermula ketika Gery terlalu asyik menggunakan HP hingga mengabaikan ajakan bermain dari Cici dan Momo. Ketika HP Gery kehabisan baterai, ia mulai menyadari bahwa kebersamaan dengan teman di sekitarnya memiliki arti yang tidak kalah penting. Melalui kisah tersebut, penonton diajak untuk menggunakan teknologi secara bijak sekaligus tetap menjaga interaksi dan hubungan dengan orang-orang di sekitar.

Pada rangkaian kedua, Mini Series menghadirkan cerita “Oops! Uangnya Habis!”. Kali ini, penonton diajak mengikuti kisah Cici dan Lala, dua kelinci dengan kebiasaan yang berbeda dalam menggunakan uang. Cici senang menghabiskan uang jajannya, sementara Lala memilih menyisihkannya sedikit demi sedikit untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Ketika keinginan tersebut akhirnya ingin diwujudkan, Cici menyadari bahwa uang yang digunakan untuk jajan membuat tabungannya belum mencukupi. Dengan bantuan Kakek, Cici kemudian belajar menabung secara perlahan dan konsisten. Cerita ini menjadi sarana edukasi finansial sederhana bagi anak, terutama mengenai kebiasaan menabung, kesabaran, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.

Cerita ketiga, “Bola yang Mengajarkan Kejujuran”, membawa penonton pada kisah Kero, Zebi, dan Bu Guru. Ketika bola basket Kero tidak ditemukan, Kero langsung mencurigai Zebi karena menjadi salah satu orang yang pertama kali berada di lapangan. Setelah Bu Guru menemukan bola tersebut di dekat tempat sampah, Kero menyadari bahwa tuduhannya kepada Zebi tidak berdasar. Dari peristiwa tersebut, Kero belajar untuk mencari tahu kebenaran sebelum memberikan penilaian kepada orang lain serta berani mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Ketiga cerita tersebut menghadirkan tema yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan, yaitu pesan-pesan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari disampaikan melalui karakter puppet yang ringan, menarik, dan mudah diterima. Dengan demikian, Mini Series tidak hanya menjadi ruang bagi anggota T-Bone 2026 untuk berkarya, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai positif kepada anak-anak dan masyarakat melalui pertunjukan boneka dalam format digital.

Kegiatan Mini Series T-Bone 2026 juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education atau Pendidikan Bermutu. Melalui peleburan pelatihan dan produksi Mini Series, anggota memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung, kolaborasi, serta praktik dalam proses produksi. Di sisi lain, tiga cerita yang dihasilkan turut menghadirkan pembelajaran yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan bagi penonton. Hal ini mencerminkan upaya T-Bone dalam menciptakan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada proses internal anggota, tetapi juga dapat memberikan nilai edukatif bagi masyarakat.

Di balik setiap video, terdapat proses panjang yang dikerjakan secara bersama-sama. Anggota tidak hanya berperan sebagai pemeran puppet, tetapi juga terlibat dalam berbagai tahapan produksi sesuai dengan tugas masing-masing. Mulai dari mempersiapkan cerita, berlatih, mengisi suara, melakukan pengambilan gambar, hingga menyunting hasil video, setiap tahapan menjadi bagian dari proses belajar yang saling melengkapi. Dari proses tersebut, anggota belajar bahwa sebuah pertunjukan tidak lahir dari satu peran saja, melainkan dari kolaborasi banyak orang yang bekerja menuju tujuan yang sama.

Sebagai capaian kegiatan, Mini Series T-Bone 2026 telah terlaksana dalam tiga rangkaian dan menghasilkan tiga video pertunjukan boneka dengan cerita serta pesan edukatif yang berbeda. Ketiga video tersebut telah dipublikasikan melalui YouTube Teater Boneka Fakultas Psikologi UNAIR sehingga dapat diakses oleh anak-anak, pengikut T-Bone, dan penonton lainnya. Selain menjadi hasil karya dari proses pembelajaran anggota, ketiga video ini menjadi output nyata dari peleburan kegiatan pelatihan dan Mini Series yang pertama kali diterapkan pada kepengurusan T-Bone 2026.

Lebih dari sekadar menghasilkan tiga video, Mini Series T-Bone 2026 menjadi ruang untuk bertumbuh melalui pengalaman langsung. Peleburan kegiatan pelatihan ke dalam Mini Series membuat proses belajar terasa lebih dekat dengan praktik nyata. Anggota dapat mengenal proses kerja T-Bone sekaligus melihat bagaimana kontribusi masing-masing dapat membentuk sebuah karya yang utuh.

Pada akhirnya, Mini Series T-Bone 2026 bukan hanya tentang tiga cerita yang selesai diproduksi dan diunggah. Di balik setiap cerita terdapat proses belajar, kerja sama, kreativitas, dan keberanian anggota untuk mencoba hal baru. Melalui karya-karya tersebut, T-Bone terus membawa semangat untuk menghadirkan pertunjukan boneka yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pembelajaran dan pesan positif bagi penontonnya.

Tiga cerita telah selesai ditampilkan, tetapi perjalanan untuk terus belajar dan berkarya bersama masih akan berlanjut. Saksikan berbagai karya dan keseruan BSO Teater Boneka Fakultas Psikologi UNAIR melalui YouTube Teater Boneka Fakultas Psikologi UNAIR dan Instagram @tbonepsiunair. Salam Ceria!