Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya, Mahasiswa Psikologi UNAIR Perkuat Literasi Parenting melalui SOTH

Sebanyak 57 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) berpartisipasi sebagai fasilitator dalam kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK di berbagai kelurahan. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak pada Sabtu (6/6) ini berlangsung di sejumlah lokasi SOTH yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Tambaksari, Bubutan, dan Simokerto, dengan masing-masing kelas diikuti sekitar 15–20 orang tua.

Keterlibatan mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR merupakan wujud kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung peningkatan kapasitas keluarga melalui edukasi parenting. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi para peserta memahami berbagai materi mengenai pengasuhan positif serta membangun keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pelaksanaan SOTH kali ini, mahasiswa menyampaikan dua materi utama, yakni memahami konsep diri positif dan menjaga anak dari pengaruh gadget serta media sosial. Melalui kedua materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa konsep diri positif pada orang tua menjadi fondasi penting dalam membangun pola pengasuhan yang sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendampingi anak dalam menggunakan media digital secara bijak. Materi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran orang tua mengenai peran dan tanggung jawab sebagai pengasuh utama, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui berbagai metode pembelajaran, mulai dari permainan, diskusi berpasangan dan kelompok, refleksi pengalaman pengasuhan, hingga studi kasus yang mendorong peserta saling bertukar pengalaman. Pada sesi konsep diri positif, peserta diajak mengenali kelebihan diri, memahami pentingnya menjadi teladan bagi anak, serta mendiskusikan berbagai pola asuh yang dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Selain itu, peserta juga belajar mengenai pentingnya komunikasi yang hangat, pemberian apresiasi kepada anak, serta penerapan pola asuh yang penuh kasih sayang.

Sementara itu, pada materi mengenai penggunaan media digital, mahasiswa memfasilitasi diskusi mengenai dampak positif dan negatif televisi, permainan digital, serta media sosial terhadap perkembangan anak. Orang tua diajak menyusun strategi pendampingan yang tepat, mulai dari membangun komunikasi terbuka, menyepakati durasi penggunaan gawai, memilih konten yang sesuai usia anak, hingga memberikan teladan dalam penggunaan media elektronik secara bijak di lingkungan keluarga.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, kegiatan diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Selain itu, para orang tua juga memperoleh tugas rumah yang mendorong penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyepakati aturan penggunaan media bersama anak, memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak, serta membangun komunikasi positif di dalam keluarga.

Melalui partisipasi dalam Sekolah Orang Tua Hebat, mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR tidak hanya mengimplementasikan ilmu psikologi yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pengasuhan di masyarakat. Kolaborasi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan literasi parenting sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat. Selain itu, inisiatif ini berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan memastikan dukungan psikologis bagi kesehatan mental keluarga dan tumbuh kembang anak yang optimal. Seluruh rangkaian program ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi yang kuat antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memecahkan permasalahan sosial di masyarakat