PT Anomali Lintas Cakrawala merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan teknologi dan pengembangan solusi digital yang dalam operasionalnya masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi selama pelaksanaan Program Airlangga Psych Internship (API), diketahui bahwa perusahaan belum memiliki dokumen analisis jabatan dan uraian jabatan yang terdokumentasi secara sistematis. Kondisi ini menyebabkan ketidakjelasan pembagian tugas, tanggung jawab, dan batasan kewenangan antar jabatan, serta berpotensi menimbulkan tumpang tindih pekerjaan dan hambatan koordinasi kerja. Selain itu, ketiadaan acuan formal mengenai peran dan kompetensi jabatan menyulitkan perusahaan dalam menjalankan fungsi manajemen SDM, seperti rekrutmen, penilaian kinerja, dan pengembangan karir karyawan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi melalui penyusunan uraian jabatan yang terstandar dan sesuai dengan kondisi aktual perusahaan, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM serta mendukung sistem kerja di PT Anomali Lintas Cakrawala.
Kegiatan penyusunan uraian jabatan meliputi asesmen wawancara karyawan, penyusunan, revisi, dan finalisasi uraian jabatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 8 Oktober-31 Oktober 2025 (Asesmen Wawancara Karyawan) dan 1 November-12 Desember 2025 (penyusunan, revisi, dan finalisasi uraian jabatan). Kegiatan tersebut dilakukan secara luring (di kantor) maupun daring (wawancara melalui google meet). 15 karyawan dengan jabatan yang berbeda-beda menjadi narasumber untuk data uraian jabatan kami.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap asesmen melalui wawancara karyawan sebagai dasar pengumpulan data uraian jabatan. Proses ini dimulai dengan penyusunan panduan pertanyaan wawancara yang disesuaikan dengan substansi uraian jabatan, meliputi identitas jabatan, tujuan pekerjaan, tanggung jawab utama, kewenangan utama, hubungan kerja, tantangan jabatan, serta spesifikasi jabatan. Wawancara dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari jabatan operasional hingga tingkat menengah. Hasil wawancara kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan draft uraian jabatan, yang selanjutnya dilanjutkan dengan proses revisi bersama pemangku jabatan dan atasan langsung hingga mencapai kesepakatan. Tahap akhir kegiatan adalah finalisasi, penandatanganan, serta pengarsipan dokumen uraian jabatan sebagai bentuk dokumentasi resmi perusahaan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan menghasilkan uraian jabatan yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kondisi aktual perusahaan guna meminimalkan tumpang tindih pekerjaan serta mendukung pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif. Dampak utama dari uraian jabatan ini berkaitan erat dengan SDG ke 3 good health and well being, khususnya dalam mengurangi kelelahan kerja. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebelum uraian jabatan tertulis dengan baik dan jelas, ada beberapa jabatan yang memiliki ambiguitas tugas, sehingga kami memilih uraian jabatan sebagai output yang sekiranya dapat membantu memperjelas jobdesc dan meminimalkan tumpang tindih pekerjaan.







