Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kembali melahirkan doktor baru di bidang psikologi. Pada Rabu, 7 Januari 2026 pukul 13.00–15.00 WIB, telah dilaksanakan Ujian Terbuka Doktor Psikologi bertempat di Aula Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dengan promovenda Liza Marini, M.Psi., Psikolog, dosen Universitas Sumatera Utara. Dalam ujian tersebut, promovenda berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji yang dipimpin oleh Pramesti Pradna Paramita, M.Ed.Psych., Ph.D, Psikolog selaku Ketua Penguji. Serta tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Suryanto, M.Si., Psikolog; Prof. Dr. Muhamad Zainudin, apt.; Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog; Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., Psikolog; Dr. Fitri Andriani, S.Psi., M.Si., Psikolog; Prof. Dr. Iswinarti, M.Si., Psikolog.

Dibimbing oleh Dr. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si. selaku Promotor dan Dr. Primatia Yogi Wulandari, S.Psi., M.Si., Psikolog sebagai Ko-Promotor, Liza Marini membedah fenomena adiksi digital melalui disertasi berjudul “Pengembangan Model Adiksi Smartphone: Studi pada Remaja Kota Medan.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan remaja terhadap ketergantungan gawai yang dipicu oleh intensitas hiburan serta hubungan teman sebaya. Dengan menggunakan perspektif ekologi Bronfenbrenner, studi ini secara mendalam mengkaji keterkaitan antara aspek emosi dan kontrol diri dengan pengaruh lingkungan eksternal. Perbedaan signifikan dari penelitian sebelumnya terletak pada integrasi faktor internal dan eksternal yang dianalisis secara kontekstual di Indonesia. Hal ini termasuk menyoroti perbedaan peran parental phubbing antara ayah dan ibu dalam membentuk perilaku penggunaan teknologi pada anak.

Hasil penelitian ini mengungkap bahwa adiksi smartphone pada remaja sangat dipengaruhi oleh dinamika keluarga dan kualitas kelekatan dengan orang tua. Temuan tersebut menegaskan bahwa perilaku abai orang tua akibat penggunaan gawai secara berlebihan memiliki dampak serius terhadap kemampuan kontrol diri remaja. Secara praktis, disertasi ini menyediakan landasan ilmiah yang kuat untuk penyusunan modul psikoedukasi, buku saku, serta berbagai program intervensi preventif. Fokus utama dari solusi yang ditawarkan adalah penguatan kontrol diri sebagai pelindung utama remaja dari perilaku adiktif. Selain itu, hasil riset ini mendorong pentingnya pola asuh terintegrasi yang meningkatkan kesadaran digital serta keintiman interaksi di dalam rumah tangga.

Atas keberhasilan ini, kami mengucapkan selamat kepada Liza Marini, M.Psi., Psikolog sebagai Doktor Psikologi ke-112 Universitas Airlangga. Semoga capaian akademik ini senantiasa menjadi amanah dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu psikologi, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan adiksi smartphone pada remaja Indonesia, demi terwujudnya generasi muda yang sehat secara psikologis dan adaptif di era digital.