Unit Pelaksana Assessment Centre (UPAC) PT PLN (Persero) hadir sebagai bagian strategis perusahaan yang berfokus pada pemetaan kompetensi pegawai, pengembangan karier, proses seleksi, serta pengukuran organisasi. Melalui proses identifikasi kebutuhan asesmen yang tepat, UPAC berperan dalam memastikan perusahaan memperoleh talenta yang sesuai sekaligus mendukung keberlangsungan operasional PLN. Di sisi lain, selain tuntutan pengembangan kompetensi teknis, pegawai yang bekerja di lapangan maupun unit pendukung kerap menghadapi tekanan psikologis, insiden kerja, kondisi darurat, serta situasi tak terduga yang berpotensi memicu stres berat, gangguan kesehatan mental, hingga risiko kecemasan dan kondisi depresif. Dalam menghadapi berbagai risiko psikologis tersebut, tidak seluruh kondisi secara langsung memerlukan penanganan oleh psikolog klinis atau tenaga profesional kesehatan mental. Banyak tekanan emosional yang dapat ditangani lebih awal melalui dukungan yang cepat, empatik, dan terstruktur agar tidak berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih berat.
Sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental pegawai, diselenggarakan kegiatan pelatihan Psychological First Aid (PFA) di lingkungan PT PLN (Persero). Kegiatan ini ditujukan bagi mentor sebagai pihak yang memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan awal kepada bawahan yang mengalami tekanan psikologis. Psychological First Aid (PFA) merupakan bentuk dukungan awal yang bersifat praktis, suportif, dan humanis, serta dapat diberikan segera setelah individu mengalami situasi krisis atau stres kerja. PFA dapat dilakukan dalam rentang waktu menit, jam, hingga beberapa hari setelah kejadian, bergantung pada konteks situasi yang dihadapi. Apabila reaksi psikologis yang ditunjukkan masih tergolong berat, individu diarahkan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut melalui layanan profesional. Kegiatan ini difasilitasi oleh narasumber dari Unit Pelaksana Assessment Centre (UPAC) PT PLN (Persero) yang memiliki kompetensi dan pemahaman mengenai Psychological First Aid serta latar belakang keilmuan di bidang psikologi.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan Psychological First Aid (PFA) dilakukan secara terstruktur dengan mengombinasikan penyampaian materi, diskusi, dan latihan praktik yang mengacu pada tahapan look, listen, dan link. Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dan peran PFA, dilanjutkan dengan pembekalan keterampilan mengenali tanda-tanda stres kerja, kemampuan mendengarkan secara empatik, serta cara menghubungkan karyawan dengan sumber dukungan yang sesuai. Proses pembelajaran diperkuat melalui simulasi dan studi kasus yang relevan dengan situasi kerja sehari-hari, sehingga peserta dapat mempraktikkan keterampilan PFA secara langsung. Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan peserta dalam memberikan dukungan psikologis awal dan melakukan deteksi dini terhadap stres kerja agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan tidak berlanjut ke kondisi yang lebih berat. Pelatihan Psychological First Aid (PFA) memberikan dampak pada peningkatan kapasitas mentor dalam mengenali, memahami, dan merespons stres kerja secara dini, sehingga karyawan yang mengalami tekanan psikologis dapat memperoleh dukungan awal yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat. Dampak ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan kesejahteraan (SDGs 3), karena pelatihan PFA berkontribusi pada upaya promotif dan preventif kesehatan mental di lingkungan kerja. Selain itu, penguatan keterampilan komunikasi empatik dan pendampingan yang berfokus pada kebutuhan individu mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif, di mana setiap karyawan memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh dukungan psikologis tanpa stigma atau perlakuan berbeda, sehingga relevan dengan upaya pengurangan ketimpangan (SDGs 10).










