Lingkungan sekolah idealnya menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi siswa untuk berkembang dan membentuk karakter. Namun, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 4 Surabaya, masih ditemukan berbagai permasalahan, khususnya perilaku bullying. Bentuk bullying yang muncul didominasi oleh bullying verbal seperti saling mengejek, pemberian julukan negatif, serta perilaku bercanda berlebihan yang disertai dengan kontak fisik. Kondisi tersebut tentunya berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa, salah satunya tercermin dari rendahnya kepercayaan diri siswa. Hasil asesmen awal menggunakan Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) juga menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang terlibat dalam perilaku bullying serta memiliki tingkat self-esteem yang belum optimal. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa dibutuhkan program intervensi preventif yang berfokus pada peningkatan kesadaran anti-bullying sekaligus penguatan self-esteem siswa agar SMPN 4 Surabaya menjadi lingkungan yang aman dan suportif untuk perkembangan dan pembentukan karakter siswa.
Program intervensi psikoedukasi dilaksanakan selama dua hari sebagai bagian dari kegiatan Airlangga Psych Internship (API) di SMP Negeri 4 Surabaya. Psikoedukasi hari pertama yang berfokus pada peningkatan kesadaran anti-bullying dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025, dengan Sasa sebagai pemateri, Tera sebagai moderator, dan Ardis sebagai penanggung jawab dokumentasi. Selanjutnya, psikoedukasi hari kedua yang mengangkat tema self-esteem siswa dilaksanakan pada Rabu, 12 November 2025, dengan Ardis sebagai pemateri, Tera sebagai moderator, dan Sasa sebagai penanggung jawab dokumentasi. Seluruh rangkaian kegiatan ini diselenggarakan dengan pendampingan dari dosen pembimbing Herdina Indrijati, M.Psi., Psikolog serta supervisor lapangan Frisca Dina Katika Sari, M.Psi., Psikolog, dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan psikoedukasi dilakukan secara bertahap dan interaktif. Hari pertama dilaksanakan kegiatan “Just Buddy, No Bully”, yang diawali dengan pre-test dan untuk mengukur pengetahuan siswa terkait bullying, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, serta peran siswa dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi refleksi dan aktivitas kelompok, seperti diskusi dan role-play, untuk membantu siswa memahami situasi bullying dari berbagai sudut pandang. Pada hari kedua, dilaksanakan kegiatan “Level Up Yourself: Be Proud, Be You” difokuskan pada psikoedukasi mengenai self-esteem, yang mencakup pemahaman pengertian dan kategori self-esteem, serta pembahasan studi kasus untuk membantu siswa mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari. Kegiatan hari kedua juga disertai sesi refleksi dan diskusi kelompok yang memberikan ruang bagi siswa untuk berbagi pengalaman, menumbuhkan kesadaran akan nilai diri, serta saling memberikan dukungan positif. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai bentuk evaluasi untuk melihat perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi.
Program psikoedukasi “Just Buddy, No Bully & Level Up Yourself” memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran siswa mengenai perilaku bullying serta pentingnya menjaga kesehatan mental dan kepercayaan diri. Melalui pemahaman yang lebih baik terkait dampak bullying dan penguatan self-esteem, siswa diharapkan mampu membangun interaksi sosial yang lebih sehat dan saling menghargai di lingkungan sekolah. Dampak ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu mendukung kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan mental siswa, serta SDGs poin 10 melalui upaya mengurangi ketimpangan dan perlakuan tidak adil akibat perilaku bullying. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, dan mendukung perkembangan psikologis siswa.







