Surabaya, 3 Februari 2026 — Fakultas Psikologi Universitas Airlangga menggelar diskusi strategis bersama Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat di lingkungan universitas. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan fakultas, koordinator dan sekretaris program studi, pengelola International Undergraduate Program (IUP), serta perwakilan unit yang terlibat dalam pengelolaan akademik dan pengabdian masyarakat.
Diskusi ini menjadi wujud integrasi antara Bidang 1 (Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni/AMA) dan Bidang 3 (Research, Innovation, and Community Development/RICD) dalam mendorong pengabdian masyarakat yang terhubung langsung dengan sistem akademik, keterlibatan mahasiswa dan alumni, sekaligus penguatan riset serta inovasi berbasis komunitas. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pelaksanaan KKN Penyetaraan sebagai bentuk pengabdian berbasis capaian pembelajaran mahasiswa. Peserta mendiskusikan integrasi program ini ke dalam kurikulum, alur koordinasi lintas unit, serta tantangan teknis implementasi di tingkat fakultas. Pembahasan selanjutnya diarahkan pada pengembangan skema Pengabdian Masyarakat Internasional yang menjadi salah satu program universitas ke depan. LPMB memaparkan rencana kolaborasi dengan mitra luar negeri, peluang keterlibatan dosen dan mahasiswa, serta dukungan sistem pendanaan dan pelaporan yang tengah disiapkan.
Untuk menunjang pelaksanaan program secara berkelanjutan, LPMB juga memperkenalkan sistem pengelolaan pengabdian masyarakat yang dirancang terintegrasi dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Dalam sesi diskusi terbuka, para peserta menyampaikan masukan terkait pentingnya sinergi antar bidang dan unit kerja guna memperlancar koordinasi administrasi serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pengabdian.
Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berbasis komunitas yang terintegrasi dalam sistem akademik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kolaborasi lintas unit dan skema pengabdian masyarakat internasional. Penguatan sistem terintegrasi turut mendukung tata kelola pengabdian yang berkelanjutan dan berdampak luas.






