Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Guest Lecture Bahas Tantangan dan Inovasi Peningkatan Kualitas Hidup Lansia

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Enhancing Quality of Life in Ageing Populations: Challenges and Innovations in Aged Health Care” pada Senin, 8 Juni 2026 di Aula Excellence with Morality, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Irene Blackberry, Research Centre Director dari Australian Institute of Primary Care & Ageing (AIPCA), La Trobe University, Australia, sebagai narasumber utama. Acara yang berlangsung secara luring dan daring ini diikuti oleh 205 peserta, terdiri atas 180 peserta luring dan 25 peserta daring.

Dalam pemaparannya, Prof. Irene Blackberry menjelaskan bahwa peningkatan usia harapan hidup dan pertumbuhan populasi lansia di berbagai negara, termasuk Indonesia, membawa tantangan baru bagi sistem kesehatan dan kesejahteraan sosial. Lansia tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan fisik, tetapi juga berbagai aspek psikologis dan sosial seperti kesepian, penurunan fungsi kognitif, perubahan identitas diri, serta meningkatnya kebutuhan akan dukungan keluarga dan komunitas. Oleh karena itu, kualitas hidup lansia perlu dipahami secara multidimensional yang mencakup kesehatan, kemandirian, hubungan sosial, keamanan, dan kesejahteraan emosional. 

Lebih lanjut, Prof. Irene menekankan bahwa peningkatan kualitas hidup lansia memerlukan ekosistem perawatan yang terintegrasi. Upaya tersebut tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan keluarga, komunitas, tenaga kesehatan, serta dukungan kebijakan pemerintah. Pendekatan person-centered care, kerjasama multidisiplin, dan koordinasi layanan yang berkelanjutan menjadi prinsip penting dalam menghadirkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata setiap individu lansia.  

Selain membahas tantangan, sesi ini juga memperkenalkan berbagai inovasi dalam layanan kesehatan lansia, seperti pemanfaatan digital health dan telehealth, layanan perawatan virtual, komunitas ramah demensia, dukungan bagi caregiver, hingga pengembangan model perawatan berbasis komunitas. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat akses layanan, meningkatkan kemandirian lansia, serta mendukung kualitas hidup yang lebih baik di tengah perubahan demografis yang terus berlangsung. 

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas perspektif akademik mahasiswa dan sivitas akademika mengenai isu penuaan populasi serta mendorong pengembangan ilmu psikologi yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan lansia, SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong akses layanan kesehatan dan dukungan sosial yang inklusif bagi kelompok lanjut usia.