Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Fakultas Psikologi UNAIR Sambut Kepala Sekolah dan Guru BK SD Al Hikmah, Bahas Pemetaan Bakat Siswa

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan studi dari delegasi SD Al Hikmah Surabaya pada Selasa (7/4/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang 1B Fakultas Psikologi ini menjadi ajang diskusi dan berbagi ilmu terkait strategi pengembangan psikologi anak serta inovasi program sekolah bagi siswa di tingkat pendidikan dasar.

Delegasi dari SD Al Hikmah yang berjumlah 5 orang ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Deni Megawati, S.Si., M.Pd., beserta jajaran guru Bimbingan Konseling (BK). Kedatangan rombongan pendidik ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Psikologi UNAIR yang terdiri dari Wakil Dekan III, Dr. Primatia Yogi Wulandari, M.Si., Psikolog serta dua psikolog ahli, yakni Rudi Cahyono, M.Psi., Psikolog, dan Nadya Adinda Putri, M.Psi., Psikolog.

Agenda kunjungan yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 14.30 WIB ini dibagi menjadi dua sesi pembahasan utama. Sesi pertama berfokus pada sharing session yang dilakukan oleh Bapak Rudi Cahyono untuk memperdalam pemahaman mengenai psikologi perkembangan dan pendidikan anak usia SD. Sementara itu, pada sesi kedua, pihak Fakultas Psikologi memberikan pemaparan informasi komprehensif mengenai tata kelola layanan tes asesmen bakat minat guna pemetaan potensi siswa sejak usia dini, yang disampaikan oleh Ibu Nadya selaku ketua Unit Terapan Fakultas Psikologi UNAIR. Sinergi antara Fakultas Psikologi UNAIR dan lembaga pendidikan dasar seperti SD Al Hikmah ini merupakan wujud nyata kontribusi institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kemitraan strategis dalam berbagi keilmuan ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Di samping itu, inisiatif para guru BK dan Kepala Sekolah untuk memahami psikologi perkembangan anak serta mengelola pemetaan asesmen bakat minat secara profesional adalah langkah konkret dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan inklusif. Hal ini secara langsung mendukung target pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Bermutu) guna mencetak generasi masa depan yang unggul.