Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kembali menghadirkan forum akademik melalui Psychological Talk Series 1 yang mengangkat tema “The Role of Counselors in Managing Community Social Issues: A Preventive and Intervention Framework.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 pukul 14.00-16.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting, dengan menghadirkan Dr. Mohd Ahsani Bin A. Malek, Senior Lecturer dari Universiti Utara Malaysia. Kuliah tamu ini diikuti oleh 111 peserta dari berbagai negara, 73 peserta dari Indonesia, 34 dari Malaysia, dan 4 dari Filipina. Forum ini menjadi wadah penting untuk membahas bagaimana konselor berperan aktif dalam merespons berbagai persoalan sosial di masyarakat secara sistematis dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Dr. Ahsani menjelaskan bahwa konseling merupakan hubungan profesional yang membantu individu, kelompok, maupun keluarga untuk memahami diri, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta mengembangkan kemampuan coping guna meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan. Oleh karena itu, peran konselor tidak hanya terbatas pada pemberian bantuan saat masalah telah terjadi, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, dan penguatan kapasitas individu sejak dini. Di sisi lain, pendekatan intervensi tetap menjadi bagian penting, yaitu melalui penanganan langsung terhadap individu atau kelompok yang terdampak dengan menggunakan metode konseling yang berbasis bukti dan sesuai dengan konteks sosialnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara konselor, institusi pendidikan, dan komunitas dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat. Isu-isu seperti kesehatan mental, konflik sosial, hingga ketimpangan akses layanan psikologis menjadi perhatian utama yang membutuhkan strategi terpadu. Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan mahasiswa dan praktisi psikologi dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kompetensi profesional dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin 3 (Good Health and Well-being) terkait kesehatan mental dan kesejahteraan, serta poin 4 (Quality Education) dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang psikologi dan konseling.





