SMA Muhammadiyah 10 Surabaya melalui unit Sekolah Peduli Anak Hebat (SPAH) terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi siswa dengan kebutuhan khusus, terutama anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Namun, seiring berkembangnya zaman sekolah menghadapi beberapa tantangan dalam dunia digital. Laporan perkembangan siswa yang masih disampaikan secara manual membuat komunikasi dengan orang tua kurang optimal. Selain itu, publikasi kegiatan sekolah belum tertata dengan baik sehingga potensi kolaborasi dan kepercayaan publik belum berkembang maksimal. Di sisi lain, anak-anak dengan autisme juga belum memiliki program khusus untuk melatih kesiapan mereka memasuki dunia kerja padahal tidak sedikit dari mereka memiliki potensi luar biasa yang perlu diarahkan melalui pendampingan psikologis dan pelatihan keterampilan yang tepat.
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga melalui program Airlangga Psych Internship (API) melaksanakan kegiatan magang di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya sejak 1 September hingga 19 Desember 2025. Program ini dibimbing langsung oleh Dr. Tino Leonardi, M.Psi., Psikolog, dan diinisiasi oleh empat mahasiswa, yaitu Nabila Juhaina, Nailah Zhafirah, Kamila Rahma Fadhilah, dan Farrell Adelio Dzakwan. Selama pelaksanaan, tim mahasiswa senantiasa berdiskusi dengan Ibu Normalia selaku supervisor SPAH dan para Guru Pendamping Khusus (GPK) yang mendampingi siswa sehari-hari di sekolah.
Kegiatan magang ini berfokus pada dua proyek utama: program STAR (Skills Training for ASD Career Readiness) dan pengembangan website SPAH. Program STAR dirancang sebagai pelatihan kesiapan kerja bagi siswa autis, melatih keterampilan sosial, pengelolaan emosi, etika di tempat kerja, hingga keterampilan vokasional dasar melalui metode interaktif seperti social scripts, social stories, dan zones of regulation. Di sisi lain, Google Sites dikembangkan sebagai platform digital yang memungkinkan orang tua memantau perkembangan anak secara daring sekaligus menjadi media publikasi kegiatan sekolah. Seluruh kegiatan dirancang secara sistematis, mulai dari asesmen kebutuhan hingga uji coba intervensi secara langsung di lapangan.
Program ini membawa dampak nyata bagi sekolah dan siswa. Melalui STAR siswa dengan ASD dapat menjadi lebih percaya diri, mampu mengenali emosi, mengenali potensi diri serta memahami tata krama di lingkungan kerja. Sementara itu, website membantu sekolah membangun komunikasi yang lebih transparan dengan orang tua dan meningkatkan branding SPAH di masyarakat. Program ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan 10 (Mengurangi Ketimpangan), dan tujuan 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik dan sekolah mampu membuka ruang baru bagi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.





