Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Rancang Game Edukasi Pencegah Kekerasan Seksual pada Anak, Wisudawan Berprestasi Psikologi UNAIR Raih Juara Internasional

Di tengah suasana Wisuda ke-264 Universitas Airlangga (UNAIR) pada 10 Oktober 2026, nama Kayla Hakim Putri Kartiko (113221100) menjadi salah satu yang disorot. Mahasiswa Fakultas Psikologi yang akrab disapa Lala ini dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi. Lala beserta timnya memenangkan dua penghargaan di Malaysia Technology Expo (MTE) ke-25, yakni juara I MTE Asian Youth Innovation Award dan juara II kategori Education Technology and Pedagogy.

Karya yang membawa mereka ke podium adalah SafeTeen Detective, game edukasi untuk siswa SMP yang dirancang agar remaja lebih sadar terhadap bahaya di dunia maya. Idenya lahir saat Lala menjalani magang di sebuah sekolah. Dari pengamatannya di sana, ia melihat banyak anak yang terlalu sering terpapar media sosial hingga terdampak secara psikologis. Fenomena yang populer disebut brain rot itu membuat dia dan rekan-rekan satu timnya merasa perlu menghadirkan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi anak-anak.

Di dalam game, siswa berperan sebagai detektif yang bertugas menyelidiki ancaman online terutama pelecehan dan eksploitasi seksual anak melalui internet. Setiap siswa diberi kasus dan mencari tanda bahaya, lalu menentukan sikap: mengabaikan, memblokir, melaporkan, atau meminta bantuan orang dewasa. Keputusan yang telah diambil didiskusikan bersama teman dan guru agar siswa memahami alasan di balik setiap pilihan. Hasil uji coba di dua SMP menunjukkan dampak yang menjanjikan. Kemampuan dan kebiasaan aman bermedia digital siswa meningkat rata-rata 25,75 persen di satu sekolah dan 22,25 persen di sekolah lainnya.

Menurut Lala, pemilihan game sebagai sarana belajar bukan tanpa alasan. Ia menilai game sudah akrab dengan keseharian anak dan remaja, mudah diakses, dan menarik sehingga berpeluang lebih besar mengubah cara berpikir mereka dibandingkan penyuluhan konvensional. Lala mengakui keikutsertaannya di MTE sama sekali tidak diiringi target tinggi. Kompetisi itu ia ikuti pada semester akhir kuliah sebagai cara memanfaatkan waktu yang lebih longgar. Hasilnya di luar dugaan, timnya yang seluruhnya berasal dari Fakultas Psikologi pulang dengan dua gelar juara.

Inovasi ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui pembelajaran berbasis digital yang interaktif, SafeTeen Detective berkontribusi memperkuat literasi keamanan digital. Kedepannya, Lala dan tim berharap game ini dapat berkembang menjadi platform nasional untuk pendidikan keamanan digital bagi remaja.