Kondisi sosial ekonomi yang kurang mendukung di kawasan Balong Cangkring, Mojokerto, sempat membuat anak-anak setempat harus bergaul dan bekerja layaknya orang dewasa sejak usia dini. Keterbatasan pengasuhan serta tuntutan lingkungan membuat karakter dan perilaku mereka tumbuh tidak sesuai dengan nilai-nilai seusianya. Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) resmi merampungkan seluruh rangkaian program yang disusun bersama Gerakan Majapahit Muda dengan Perwujudan Nilai Catur Murti pada Anak Eks-Lokalisasi melalui Play Method sebagai Transformasi Perilaku menuju Socio Moral Flourishing. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 3 bulan dari Juni sampai Agustus.
Program ini digagas oleh lima mahasiswa lintas fakultas, yakni Bayu Aditya (FPsi) selaku ketua tim, bersama Adinda Sebayeva (FPsi), Icasia Izzah (FKM), Khotimatuzzahro (FPsi), dan Hani Aulia (FKM). Setelah melalui tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi pasca-program, tim menyatakan seluruh target utama program telah tercapai.
“Meskipun kesempatan terbatas, bersama Gerakan Majapahit Muda sebagai mitra, kami berusaha memaksimalkan pendidikan karakter kepada anak-anak,” ujar Bayu, mengenang tantangan yang dihadapi tim sejak awal program bergulir.
Sepanjang pelaksanaannya, Four Steps Forward mengombinasikan Play Method dengan nilai-nilai budaya lokal melalui filosofi Catur Murti, warisan budaya Majapahit. Metode bermain dipilih karena secara psikologis sesuai dengan karakteristik anak-anak, sementara Catur Murti menjadi landasan penanaman empat nilai utama: Budi (pemikiran), Rasa (perasaan), Karsa (perkataan), dan Laku (perilaku).
Melalui pendekatan ini, anak-anak Balong Cangkring diajak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut secara menyenangkan, sekaligus dibimbing untuk mulai membedakan perbuatan baik dan buruk secara lebih bijaksana. Pendampingan yang dilakukan tim secara intensif turut diarahkan untuk membangun kontrol diri dan regulasi emosi anak dalam bersosialisasi dengan sesama. Selama proses berjalan, tim juga menjalin koordinasi erat dengan mitra program serta berkonsultasi secara berkala dengan dosen pembimbing, sebagai bagian dari upaya memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai rencana hingga tuntas.
Rampungnya program ini tidak lantas menjadi akhir dari upaya penguatan karakter di Balong Cangkring. Tim berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan dapat terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat setempat. “Semoga setelah kegiatan, mitra kami yaitu Gerakan Majapahit Muda mampu meneruskan kegiatan secara komprehensif berdasarkan kaderisasi program yang telah kami laksanakan,” tambah Bayu dalam keterangannya.
Dengan berakhirnya Four Steps Forward, tim mahasiswa UNAIR berharap semangat transformasi moral dan karakter yang telah dibangun bersama anak-anak Balong Cangkring dapat terus berlanjut, sejalan dengan visi program untuk menciptakan generasi muda yang lebih berkarakter dan berkesadaran moral.







