Sebagai bagian dari komunitas yang berbasis jurnalistik, BSO Insight bercita-cita untuk menciptakan wadah bagi insan muda, khususnya kalangan siswa menengah atas dan mahasiswa, untuk mengeksplorasi dan menciptakan karya jurnalistik, serta menyalurkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis melalui media kreatif. Pada bulan Juni hingga Agustus 2026, BSO Insight menyelenggarakan rangkaian kegiatan berbasis karya jurnalistik dalam bentuk kompetisi nasional, seminar, dan workshop sebagai wujud nyata dari cita-cita tersebut. Kegiatan ini berada di bawah payung nama besar National Journalistic Forum 2026, yang merupakan pengembangan dari program kerja BSO Insight yang sudah terlaksana selama 6 tahun, sejak tahun 2019 hingga 2025, yakni Journalistic Class. Adapun pengembangan menjadi National Journalistic Forum 2026 ini didasarkan oleh misi kami untuk menciptakan wadah jurnalistik yang tidak hanya menjadi ruang ajar, namun juga ruang diskusi yang berskala nasional.
Rangkaian National Journalistic Forum 2026 diawali dengan pembukaan pendaftaran lomba nasional pada dua kategori, yaitu pembuatan karya infografis dan artikel, yang berlangsung pada 10 Juni 2026 hingga 24 Juli 2026. Lomba ini mengusung tema “Saring sebelum Sharing: Membangun Benteng Literasi Digital dari Media Sosial” dengan tiga subtema, yaitu: 1) etika berbagi informasi; 2) bahaya jempol cepat di media sosial; dan 3) langkah taktis menyaring hoaks. Selama periode pendaftaran berlangsung, jumlah pendaftar pada kedua kategori lomba mencapai 128 peserta. Dari keseluruhan peserta, terpilih tiga pemenang pada masing-masing kategori. Melalui penyelenggaraan lomba ini, BSO Insight berharap dapat menyalurkan semangat dan talenta generasi muda dalam menciptakan karya, sekaligus memperluas wawasan mengenai literasi digital dan urgensi penyaringan informasi di media massa.
National Journalistic Forum 2026 mengusung tema besar “DISTORSI: Decoding Information, Society, and Truth in the Era of Rapid Social Influence”. Melalui tema ini, BSO Insight berharap rangkaian acara National Journalistic Forum 2026 dapat menjadi sarana bagi peserta untuk menggali serta berbagi wawasan mengenai urgensi dan esensi literasi digital dan etika penyebaran informasi pada media daring, dengan menelaah berbagai penyebab, dampak, maupun dinamika yang terjadi pada informasi di media massa dan bagaimana hal itu memengaruhi masyarakat.
Puncak rangkaian National Journalistic Forum 2026 adalah pelaksanaan seminar dan workshop dalam satu rangkaian acara yang komprehensif. Acara ini diselenggarakan secara daring pada tanggal 15 Agustus 2026. Diadakannya acara ini melambangkan akhir dari rangkaian kegiatan National Journalistic Forum 2026, yang ditandai dengan pengumuman pemenang pada masing-masing kategori lomba. Kegiatan seminar dan workshop memperoleh antusiasme yang tinggi, dengan jumlah pendaftar mencapai 54 orang.
Seminar pada acara ini mengusung tema yang selaras dengan lomba, dengan fokus utama pada kiat memahami informasi yang beredar di media sosial, jenis-jenis dan cara mengenali informasi yang tidak tepat, serta cara menangkal paparan dan mencegah penyebaran hoaks. Materi seminar disampaikan oleh Andre Yuris, jurnalis sekaligus pemeriksa fakta Tempo.co, yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop sebagai wadah praktik bagi peserta untuk berlatih menyaring dan menganalisis informasi secara langsung. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan, di mana peserta berkelompok berperan sebagai “detektif” yang mengumpulkan petunjuk untuk sampai pada satu kesimpulan yang tepat. Penyelenggaraan seminar dan workshop ini bertujuan agar peserta dapat memahami pentingnya menyaring informasi, serta melatih cara menyaring dan memproses informasi secara kritis.
Rangkaian kegiatan National Journalistic Forum 2026 sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya menjamin agar peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui pendidikan kewarganegaraan global dan penguatan daya pikir kritis. Dengan mengangkat isu literasi digital dan ketahanan terhadap disinformasi sebagai fokus utama rangkaian acara seminar dan workshop National Journalistic Forum 2026 menyasar audiens dari generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa, sebagai kelompok peserta didik yang menjadi target utama pencapaian SDG 4 dalam membentuk kecakapan berpikir kritis dan kesadaran informasi yang bertanggung jawab.





