Dalam dunia perkuliahan, menjadi mahasiswa tidak hanya tentang memperoleh pengetahuan di ruang perkuliahan, tetapi juga tentang bagaimana mengembangkan kemampuan untuk berproses, berkolaborasi, dan mengambil peran dalam lingkungan sekitar. Dalam perjalanan tersebut, kemampuan kepemimpinan dan manajemen menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi berbagai tantangan, baik dalam kehidupan akademik maupun organisasi. Bagi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal lebih jauh dunia perkuliahan sekaligus membangun keterampilan yang dapat mendukung kehidupan akademik dan organisasional.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga 2026 hadir dengan mengusung tema “Psykylumos: Bring Your Light, Guide Your Path.” Nama Psykylumos merupakan perpaduan antara Psyche, yang merepresentasikan jiwa atau esensi kemanusiaan, dan Lumos, sebuah metafora cahaya yang melambangkan pengetahuan, kesadaran, serta petunjuk. Melalui tema tersebut, peserta diajak untuk melihat bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan, sekaligus membutuhkan arah agar potensi tersebut dapat digunakan secara optimal.
Rangkaian LKMM-TD diawali dengan pembekalan mengenai dasar dan nilai penting organisasi. Peserta diperkenalkan dengan pengertian dan fungsi organisasi, manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, serta nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menjadi anggota organisasi yang produktif. Pembekalan tersebut juga mengajak peserta memahami bagaimana sebuah organisasi dapat dianalisis, salah satunya melalui pendekatan SWOT. Peserta juga diperkenalkan pada alur birokrasi kegiatan kemahasiswaan di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, termasuk administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, serta proses pengelolaan dokumen kegiatan. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal organisasi secara konseptual, tetapi juga memahami aspek administratif yang menjadi bagian penting dalam menjalankan sebuah kegiatan.
Selain itu, aspek kepemimpinan menjadi bagian penting dalam pembekalan LKMM-TD. Peserta memperoleh pemahaman mengenai kepemimpinan, pengambilan keputusan dalam organisasi, serta pengendalian konflik. Materi tersebut menjadi bekal agar peserta mampu melihat organisasi bukan hanya sebagai ruang untuk menjalankan kegiatan, tetapi juga sebagai lingkungan yang membutuhkan kemampuan bekerja sama, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai dinamika.
LKMM-TD tidak berhenti pada penyampaian materi. Pengetahuan yang telah diperoleh kemudian diterapkan melalui berbagai penugasan yang memungkinkan peserta mempraktikkan keterampilan manajemen secara langsung. Salah satu bentuk praktik tersebut adalah penyusunan program kerja inovatif beserta dokumen pendukungnya. Dalam kelompok, peserta diminta merancang program kerja sesuai dengan departemen, biro, badan, atau komisi yang telah ditentukan. Mereka juga belajar menyusun proposal, Surat Izin Kegiatan (SIK), dan Surat Peminjaman Internal (S-Pem). Proses tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami bahwa sebuah gagasan tidak cukup hanya menarik secara konsep, tetapi juga perlu dirancang secara sistematis agar dapat diterapkan. Peserta belajar mempertimbangkan fungsi, urgensi, alur birokrasi, hingga kebutuhan administratif dari program kerja yang mereka susun.
Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan melalui penugasan presentasi program kerja. Peserta diminta mengidentifikasi permasalahan berdasarkan studi kasus, merancang program yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, menentukan tolok ukur keberhasilan menggunakan pendekatan SMART, serta menganalisis hambatan dan tantangan melalui pendekatan SWOT. Melalui proses ini, peserta tidak hanya berlatih menyusun sebuah program, tetapi juga belajar berpikir solutif, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi permasalahan organisasi.
Pada hari kedua LKMM-TD, rancangan program kerja yang telah disusun dipresentasikan kepada departemen, biro, badan, atau komisi terkait. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk menjelaskan gagasan yang telah mereka kembangkan sekaligus memperoleh masukan secara langsung. Feedback diberikan terhadap berbagai aspek program kerja, mulai dari kesesuaian program dengan permasalahan yang dihadapi, efektivitas program apabila diterapkan, hingga kesesuaian dengan kondisi nyata di lingkungan KM Fakultas Psikologi. Aspek teknis seperti tata cara penulisan proposal, surat izin, serta penyusunan anggaran juga memperoleh perhatian dalam proses evaluasi.
Dengan demikian, proses pembelajaran dalam LKMM-TD tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan sebuah rancangan. Peserta juga diajak memahami pentingnya menerima masukan dan menggunakan masukan tersebut untuk mengembangkan gagasan menjadi lebih baik. Hal tersebut kemudian diwujudkan melalui tahap revisi. Selain memberikan keterampilan manajemen organisasi, LKMM-TD juga menyediakan ruang bagi peserta untuk mengenali potensi di luar bidang akademik melalui BSO dan Komunitas Expo. Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai Badan Semi Otonom (BSO) dan komunitas yang ada di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Pengenalan dilakukan melalui parade BSO dan komunitas, penampilan, serta kunjungan langsung ke berbagai stand. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di lingkungan fakultas. Dengan mengenal pilihan organisasi dan komunitas yang ada, peserta dapat mulai mengeksplorasi bidang yang sesuai dengan ketertarikan dan potensinya.
Pada akhirnya, LKMM-TD 2026 bukan sekadar rangkaian materi dan penugasan. Melalui tema “Psykylumos: Bring Your Light, Guide Your Path,” kegiatan ini menjadi bagian dari proses peserta dalam mengenali potensi diri sekaligus memahami bagaimana potensi tersebut dapat diarahkan melalui keterampilan yang relevan. Dari memahami dasar organisasi, mempelajari administrasi, mengenal kepemimpinan dan pengambilan keputusan, hingga merancang, mempresentasikan, mengevaluasi, dan merevisi program kerja, peserta memperoleh kesempatan untuk belajar melalui proses yang nyata.
LKMM-TD telah menjadi program yang diselenggarakan dengan target audience spesifik, yaitu mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR. Kehadiran peserta menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan dengan target kehadiran minimal 75% dari seluruh peserta di setiap harinya. Rincian kehadiran peserta di setiap rangkaian LKMM-TD di antaranya; sebanyak 255 dari 320 (79,68%) peserta menghadiri kegiatan LKMM-TD hari pertama; dan sebanyak 219 dari 320 (68,43%) peserta menghadiri kegiatan LKMM-TD hari kedua.
Selain itu, pada akhir setiap rangkaian kegiatan, panitia membagikan Google Form guna mengevaluasi tingkat kepuasan dan manfaat acara bagi para peserta. Indikator keberhasilan pada aspek ini tercapai apabila minimal 75% peserta memberikan nilai 3 atau lebih pada skala 1–5. Hasil evaluasi penyelenggaraan LKMM-TD menunjukkan rekam jejak yang sangat baik. Pada hari pertama, seluruh responden (100%) memberikan nilai minimal 3 dengan rata-rata nilai sebesar 4,34. Tren positif tersebut berlanjut pada hari kedua, di mana seluruh responden (100%) juga memberikan nilai minimal 3 dengan rata-rata perolehan nilai yang meningkat menjadi 4,60. Capaian ini membuktikan bahwa peserta menilai rangkaian LKMM-TD Fakultas Psikologi UNAIR sangat relevan dan bermanfaat dalam membantu mereka membangun keterampilan dasar kepemimpinan, serta mempersiapkan diri sebelum terjun ke dalam dinamika organisasi kemahasiswaan.







