Alumni Fakultas Psikologi Universitas Airlangga terus menunjukkan kontribusi nyata di berbagai bidang profesional. Salah satunya adalah Triana Budi Lestari, M.Psi., Psikolog, lulusan Program Sarjana Psikologi angkatan 2002 yang kemudian melanjutkan studi Magister Psikologi pada tahun 2007–2009. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Psikolog Klinis sekaligus Koordinator Unit Psikologi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Selain itu, ia juga mendirikan Biro Psikologi Lestari, sebuah biro psikologi yang lahir dari keinginannya untuk menjadi lebih aplikatif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Perjalanan karier Triana dimulai bahkan sebelum menyelesaikan studi sarjana. Melalui program magang yang difasilitasi fakultas, ia memperoleh pengalaman di Unit Pelayanan Psikologi (UPP) Universitas Airlangga. Setelah lulus, ia bekerja sebagai konselor di lembaga bimbingan belajar SSC dan sempat menjalani praktik di Rumah Sakit Umum Probolinggo. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa ia ingin memperdalam kompetensi sebagai psikolog klinis, sehingga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Usai menyelesaikan studi magister, Triana diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan ditempatkan di bagian diklat Latkesmas Murnajati Lawang selama dua tahun. Namun, keinginannya untuk terlibat lebih dekat dengan praktek psikolog klinis mendorongnya mengajukan mutasi ke RSUD Dr. Soetomo. Di rumah sakit tersebut, ia terus mengembangkan kompetensi profesionalnya hingga dipercaya menjadi Koordinator Unit Psikologi. Di tengah kesibukannya sebagai psikolog klinis, Triana melihat bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan psikologi semakin berkembang. Berangkat dari semangat untuk menghadirkan layanan yang lebih aplikatif dan mudah diakses, ia mendirikan Biro Psikologi Lestari pada tahun 2019. Pada awalnya biro ini beroperasi secara daring karena situasi pandemi, kemudian mulai memberikan layanan secara luring sejak tahun 2022.
Salah satu program yang lahir dari Biro Psikologi Lestari adalah Rabu Belajar Lestari, sebuah forum diskusi pada setiap hari rabu yang awalnya diperuntukkan bagi mahasiswa magang dan tim internal biro. Seiring berjalannya waktu, forum tersebut berkembang menjadi ruang belajar bersama yang diikuti oleh mahasiswa dan psikolog dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, hingga mahasiswa dari luar daerah. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mendiskusikan kasus, membahas jurnal ilmiah, hingga saling bertukar pengalaman praktik. Bagi Triana, forum ini bukan sekadar wadah berbagi ilmu, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dan juga saling belajar.
Bagi Triana, pencapaian terbesar adalah ketika ilmu psikologi yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Kepercayaan sebagai Koordinator Unit Psikologi di RSUD Dr. Soetomo menjadi pengalaman berharga karena menuntut kemampuan membangun kolaborasi dan relasi dengan berbagai profesi kesehatan sekaligus memimpin tim. Di sisi lain, kehadiran Biro Psikologi Lestari juga menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu memberikan manfaat, baik bagi klien, psikolog asosiasi, maupun mahasiswa yang menjadikan biro tersebut sebagai tempat belajar.
Selain itu, menurut Triana, perjalanan tersebut tidak lepas dari peran Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Program magang yang diperoleh sejak masa kuliah menjadi bekal awal untuk memahami dunia kerja secara langsung. Bahkan hingga saat ini, hubungan dengan almamater masih terus terjalin melalui berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari diskusi akademik ketika menghadapi kasus-kasus klinis yang kompleks hingga penerimaan mahasiswa magang di Biro Psikologi Lestari.
Menutup wawancara, Triana berpesan kepada mahasiswa dan alumni agar tidak pernah berhenti bertumbuh dan cepat merasa puas. Menurutnya, psikologi merupakan disiplin ilmu yang terus berkembang sehingga setiap psikolog perlu terus belajar, baik melalui pengalaman langsung maupun berbagai media pembelajaran yang tersedia. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama seorang psikolog adalah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kisah Triana Budi Lestari menjadi gambaran bahwa perjalanan seorang alumni tidak berhenti setelah lulus dari bangku kuliah. Dengan semangat belajar, keberanian keluar dari zona nyaman, serta komitmen untuk terus memberikan manfaat, ia berhasil menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menciptakan ruang belajar yang menginspirasi generasi psikolog berikutnya. Kiprah tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 3: Good Health and Well-being melalui peningkatan akses layanan kesehatan mental, serta SDG 4: Quality Education melalui pengembangan ruang belajar dan peningkatan kompetensi bagi mahasiswa maupun para profesional di bidang psikologi.







