Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

Fakultas Psikologi UNAIR dan HIMPSI Gelar Workshop Co-Design Sistem Ramah Lansia

Menanggapi tantangan penuaan populasi di Indonesia, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Designing Elderly-Friendly Care Systems for Better Well-Being” pada Rabu, 10 Juni 2026,. Kegiatan yang bertempat di Fakultas Psikologi UNAIR ini menjadi wadah kolaborasi penting antara akademisi, praktisi, dan organisasi profesi dalam menciptakan ekosistem pendukung kesejahteraan lansia.

Kolaborasi Strategis dan Pengembangan Profesional

Penyelenggaraan workshop ini bekerja sama erat dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), khususnya HIMPSI Jawa Timur. Keterlibatan ini menegaskan pentingnya peran psikolog profesional dalam pengembangan sistem layanan lansia.

Bagi para psikolog, kegiatan ini dirancang untuk mendukung pengembangan karier berkelanjutan. Peserta dapat melaporkan partisipasi mereka sebagai training berstandar HIMPSI melalui sistem SIAP-HIMPSI untuk mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang diperlukan dalam perpanjangan Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP).

Sinergi Pakar Nasional dan Internasional

Workshop ini menghadirkan dua pakar utama yang membedah isu lansia dari berbagai sudut pandang:

  • Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.App.Psych., PhD., Psikolog (Universitas Airlangga): Menekankan pada aspek psikologis penuaan, ketangguhan (resilience), serta pentingnya dukungan keluarga dan komunitas dalam mencegah kesepian pada lansia..
  • Prof. Irene Blackberry (La Trobe University, Australia): Membagikan inovasi layanan kesehatan primer berbasis person-centered care serta implementasi kerangka kerja global seperti WHO Integrated Care for Older People (ICOPE).

Diskusi dipandu oleh Valina Khiarin Nisa, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi UNAIR yang ahli di bidang kesehatan mental masyarakat.

Metode Co-Design: Menghasilkan Solusi Praktis

Menggunakan pendekatan co-design, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi aktif merancang solusi melalui metode partisipatif,. Beberapa aktivitas inti meliputi:

  1. Journey Mapping: Memetakan perjalanan perawatan lansia untuk mengidentifikasi titik hambatan atau kegagalan layanan,.
  2. Persona Development: Menganalisis kebutuhan lansia melalui skenario nyata, mulai dari lansia dengan penurunan kognitif hingga mereka yang tinggal di area rural,.
  3. Future Pathway Prototyping: Merancang prototipe jalur layanan masa depan yang lebih terintegrasi dan ramah lansia,.

Sebagai tindak lanjut nyata, setiap peserta menyusun Rencana Aksi 90 Hari untuk menguji coba satu perbaikan praktis di lingkungan kerja atau komunitas mereka masing-masing.

Dukungan Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif ini selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi penuaan sehat (healthy ageing) dan kesejahteraan mental. Selain itu, upaya menciptakan lingkungan inklusif bagi lansia berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), sementara kolaborasi lintas institusi dan negara ini memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun sistem kesehatan primer yang lebih tangguh di Indonesia.