Lompat ke konten utama

Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

SINCERE: Tumbuhkan Pemahaman Diri dan Empati Siswa Sekolah

SMP Negeri 45 merupakan sekolah yang memiliki tim khusus dibentuk oleh Bimbingan Konseling (BK) yang bernama Pemantik. Pemantik berfungsi sebagai sarana awal dalam layanan Bimbingan Konseling (BK) yang digunakan untuk menumbuhkan minat serta meningkatkan partisipasi siswa. Tugas Pemantik yaitu menjadi fasilitator sebaya (peer counselor) serta membantu guru BK dalam mendampingi teman sebaya. Permasalah utama yang dihadapi meliputi belum adanya sistem seleksi yang terstruktur pada periode sebelumnya dan keterbatasan sumber daya manusia yang menghambat pelaksanaan pelatihan yang berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan anggota Pemantik belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait konseling sebaya. Hal ini membuat potensi para Pemantik belum termanfaatkan secara maksimal.

Kegiatan intervensi berupa pelatihan Pemantik dilaksanakan dalam bentuk pelatihan tatap muka yang terdiri atas tiga pertemuan dengan durasi masing-masing 90 menit. Pelatihan ini dilaksanakan di perpustakaan SMP Negeri 45 Surabaya, perpustakaan yang dipilih sebagai lokasi pelatihan mendukung suasana belajar yang kondusif dan memungkinkan pelaksanaan diskusi secara efektif. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan pada siang hari dengan menyesuaikan jadwal kegiatan belajar mengajar sekolah. Peserta kegiatan merupakan anggota tim pemantik kelas VII dan VIII yang berjumlah lebih dari 50 siswa pada setiap pertemuan. Pelatihan ini difasilitasi oleh tim pelaksana program intervensi yang bertanggung jawab dalam perencanaan materi dan pelaksanaan kegiatan. Selain itu, guru Bimbingan Konseling (BK) berperan sebagai mitra kegiatan sekaligus narasumber internal sekolah yang memberikan dukungan dan masukan terkait kondisi siswa dan kebutuhan layanan konselor sebaya di lingkungan sekolah. 

Pelatihan Psikoedukasi Peer Counseling untuk Pemantik dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan frekuensi satu kali seminggu. Pertemuan pertama dilakukan di perpustakaan sekolah pada tanggal 13 November 2025 pukul 12.30, diawali dengan pemberian pre-test kemudian dilanjutkan penyampaian materi meliputi pengenalan peer counseling, komunikasi intrapersonal, dan cara mengatasi permasalahan di sekolah. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025 di musholla sekolah pukul 09.30, diawali dengan mengingat kembali materi sebelumnya secara acak, kemudian dilanjutkan materi mengenai keterampilan dasar komunikasi dan isu-isu yang sering dihadapi Pemantik. Pada kedua pertemuan tersebut, kami membagikan worksheet untuk dikumpulkan minggu berikutnya agar siswa tidak hanya mendengarkan tetapi juga memahami materi, serta meminta perwakilan siswa menyampaikan pendapat dan memberikan reward bagi yang berani maju. Pertemuan terakhir dilaksanakan pada tanggal 24 November 2025 di musholla sekolah pukul 09.30 dengan mengadakan FGD dan roleplay, di mana siswa dibagi menjadi delapan kelompok campuran kelas 7 dan 8 untuk mendiskusikan empat studi kasus, kemudian dua kelompok memaparkan hasil diskusi dan empat perwakilan melakukan roleplay. Di akhir pertemuan, kami juga memberikan reward kepada 2 kelompok teraktif saat FGD, dan satu siswa teraktif selama 3 kali pertemuan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota tim Pemantik tentang konsep dan peran konselor sebaya melalui modul pelatihan yang dapat digunakan untuk periode selanjutnya.

Nama pelatihan yang kami lakukan adalah SINCERE atau Self-Insight and Communication Empowerment for Real Empathy. SINCERE memiliki makna untuk menumbuhkan kemampuan memahami diri dan orang lain melalui komunikasi empatik dan kesadaran diri yang kuat. Makna ini kami kembangkan menjadi tujuan pelatihan, yaitu meningkatkan pemahaman bagi Pemantik mengenai konselor sebaya dan skill yang perlu mereka miliki seperti kemampuan intrapersonal, komunikasi dasar, dan permasalahan yang ada di sekolah. SINCERE ini berdampak positif bagi Pemantik itu sendiri maupun sekolah. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil pre test dan post test sebanyak 13%. Selain itu, umpan balik positif juga diberikan oleh Guru BK yang merasa sangat terbantu karena sebelumnya Pemantik belum berjalan secara maksimal dan sesuai dengan tugas seharusnya. Apabila dikaitkan dengan SDGs Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, maka SINCERE berkaitan dengan SDGs 3, yaitu good health and well-being. Salah satu poin dalam SDGs tersebut adalah peran penting layanan masyarakat atau komunitas sebagai penyedia layanan kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mental. Dalam lingkungan SMPN 45 Surabaya, Pemantik berperan sebagai suatu komunitas untuk menjaga kesehatan mental siswa. Sehingga, melalui SINCERE kami mencoba untuk memanfaatkan secara maksimal tugas dari Pemantik tersebut. Diharapkan juga dengan adanya SINCERE, Pemantik dapat memberikan kontribusisesuai dengan SDGs 3.